Showing posts with label synopsis. Show all posts
Showing posts with label synopsis. Show all posts

Friday, 2 June 2017

Killer Cats


Mungkin 13 Reasons Why gue salah satunya adalah kedua kucing itu. Demi apapun, rumah gue udah gak seperti dulu lagi ketika masih ada Bapak. Semuanya sudah berubah, mereka yang pegang kendali. Mereka, kedua kucing kakak beradik itu. Entah sejak kapan gue jadi benci ketika melihat kucing itu. Mungkin sejak salah satu dari mereka poop diatas kaki gue ketika tidur? tidak juga. Atau ketika mereka mengganggu makanan-makanan gue di atas meja? maybe. Tapi yang pasti, gue yang dulu pecinta kucing sudah hilang. Diganti dengan gue yang selalu histeris bila berada di dekat kucing. Gue bingung dengan perubahan drastis ini dan gak pernah ada maksud buat mengeluarkan kucing dari daftar hewan kesukaan gue. Gak pernah gue niat sekalipun, cuma kalau dipicu tiap hari rasa benci itu jadi muncul sendiri tanpa permisi.

Mereka kucing pembunuh! kucing yang seharusnya jadi hewan paling disayang seantero dunia harusnya tidak menyebabkan bencana besar seperti ini! Mereka harusnya duduk di sofa leyeh-leyeh bukannya berlarian kesana kemari, memecahkan segala yang ada di rumah itu dan bikin kegaduhan! Mereka kucing pembunuh, mungkin saja mereka memang hadir berkonspirasi menuntut balas akan ibu mereka yang terpaksa dibuang karena memiliki penyakit yang mematikan. Total revenge.
Lalu misi mereka sebenarnya mungkin... total revenge!

When I like you it's total revenge
I want to but I can pretend
That I don't need to be
By your side again

Wrap me up in a plastic case
Pat me down with your warm embrace
I wanna know where you lay your face at night
For all these years

You're a problem that I can't abide
I could sleep well if only I tried
But I stay up and dream of a bride to be
Oh me, oh my

Give it up, I can't wait no more
I am stuck on your bedroom floor
With the thought that I may not be
As great as those that came before

There's a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat

But maybe, I can show you, baby
Maybe, I can relax for good
Whoa, baby, I can show you
Maybe, baby

There's a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat

And he charges by the tear
Till I weep no more strictly out of fear
That I can't afford your love
And the moon just burns above, okay

Penulis lagu: Max Bemis
Lirik Total Revenge © Sony/ATV Music Publishing LLC
Artis: Say Anything
Album: ...Is a Real Boy
Dirilis: 2004
Genre: Punk

Source: google.com 
Share:

Monday, 17 April 2017

The things between Willem and Lulu



The best thing about finding your "so-you" novel is you will finish it right away! No matter what and no one cannot stop you. That's what I felt when the first I read the right novel that I choosed by myself, not the one that someone recommended me. I will always remember every part of it, especially the dialoges, I can imagine the places well, every inches of the novel.

I just finished reading the trilogy(?) novel from Gayle Forman an author from US which...to be continue
Share:

Tuesday, 4 April 2017

/'ɔ:lməʊst 'sɪtɪ/



Gue mau cerita!!! karena memang udah lama banget sepertinya sejak gue nulis terakhir kali. Ini mengenai sebuah nama dan takdir yang dibawanya.

Dahulu kala, lahirlah anak perempuan disebuah desa yang tidak mau disebutkan namanya, dia adalah anak pertama dari sepasang suami istri. Di desa yang tanpa nama tersebut, anak itu hendak diberi nama. Seperti halnya di kota-kota besar, di desa tersebut juga ada beberapa nama yang populer. Para saudara sang ibu pun mengusulkan nama yang populer tersebut pada si ibu yang ingin menamakan putri kecilnya tersebut. "Namai saja dia City". Sang ibu pun berkata. "Saya tidak mau ah! kamu tahu berapa orang di desa ini yang namanya City?". "Saya mau namai dia Princess saja".

Sejak saat itu, bayi tanpa nama tersebut pun akhirnya memiliki nama, yaitu Princess. Dibanding nama Siti yang sudah macam garam di lautan di desa tersebut. Putri akhirnya beranjak dewasa dan pindah ke kota besar yang juga tak mau disebutkan namanya. Berceritalah Putri kepada teman yang sebut saja namanya Lily, bahwa dia hampir saja dulu dinamai Siti. Almost City.
Share:

Sunday, 12 March 2017

Cinderella's Stepsister


Eunjo:
That person...

I ache when I see him and I ache when I can't see him.

I'm miserable when he's here and I'm miserable when he's not.

I'm miserable when he smiles at me and I'm miserable if he smiles at others.

My name...

When he calls my name, I'm miserable.

If he doesn't call my name, I'm miserable.

As long as the earth doesn't swallow me up this instant,

I will continue... to be miserable, Jung Woo.

But I would rather have him here.

Then I can act like I can't stand him.

That would better than not having him here.

...
Share:

Tuesday, 17 January 2017

[Kezel]eo

Cast:


  • Juliana Andromeda

  • Leo Putra Antariksa

  • Kareen Putri Antariksa



[Berlari sekuat tenaga untuk menggapai

mesin absent, tiba-tiba...]

J: Aduh!...Kaki gue...! Yaaah telat lagi gue!

[Berjalan perlahan masuk ke kelas sambil meringis menahan sakit di telapak kaki kanannya]

K: Jul, lo kenapa kok jalannya pincang gitu?

J: Ngejar absent Kar, absent ga dapet kaki gue jadi korban.

K: Itu mendingan diurut langsung deh, takutnya nanti kalo dibiarin kelamaan bakal sakit.

J: Udah gapapa kok Kar, gue bisa tahan kkm cuma gini doang nanti gue kasih zambuk juga sembuh.

K: Gue pernah kayak gitu Jul, dan gue biarin aja. Pas diurut sakiiiiit banget sumpah. Udah lo pulang aja gih.

J: Gausah Kar, beneran nanti juga enakan. Nanti pulang baru gue urut. Kalo gue ga masuk kelas Pak Lukas hari ini. Bisa di pecat jadi mahasiswa gue. Lo tau kan absent gue udah melebihi quota.

K: Jangan dipaksain tapi Jul. Kalo sakit lo balik aja ya. Okay?

J: Iya, Kar. Eh Pak Lukas udah dateng, balik gih ke meja lo.


Jam Pulang.


K: Tuh kan gue bilang apa, bengkak kan Juliana Kavaro! Batu sih gue bilangin.

J: Hehehe, gue kira bakal sembuh Kar, orang cuma kepletet doang. Ternyata jadi bengkak gini. Tapi gapapa kok, gue urut nanti sama Bu Sati juga pasti sembuh, Kar.

K: Tapi cara lo pulang gimana? Motor lo? Gak, gak bisa! Lo gak bisa bawa motor dengan kaki begitu yang ada nanti lo ga bener bawanya dan marah tambah parah. Duuh, gimana ya? Gue gak bisa antar jemput lo pake mobil gue, besok gue udah cuti kuliah.

J: Hah cuti kuliah? Lah mau ngapain Kar? Kok lo gak pernah cerita?

K: Hehehe, gue mau keluar kota nih, ada penelitian gitu dari eskul sains. Lumayan nambah-nambah portofolio buat skripsi hehe. Gue lupa kasih tau lo. Maaf ya gue gak sempet.

J: Ya gapapa, Kar. Lo ati-ati ya! Jangan kelamaan cuti. Nanti keenakan! Inget skripsi.

K: Haha iyaaa.. Btw, selama gue cuti, gue bakal minta abang gue buay antat jemput lo ya. Ok? Lagian dia gak ngapa-ngapain juga dirumah. Lagi liburan kuliah dia. Okay? Deal.

J: Kar, apaan sih? Lebay banget lo ah, lagian gak enak sama abang lo, gue aja gak kenal sama dia. Beneran lo ga usah ngurusin gue Kar. Gue bisa sendiri

K: Eeeh.. Gal boleh nolak! Gue udah bilang abang gue kok. Ini wasapnya udah ke sent.

J: Hah? Serius? Kar! Jangan gitu. Gue gak mau ngerepotin siapa-siapa lagian ini juga cuma kepletot biasa sih.

K: Mana kunci motor lo?

J: Nih! (Sambil nunjukin kunci motor maticnya)

K: (dengan segera mengambil kunci dari tangan Julian) Gue yanh bawa motor lo ke rumah ya.. Dadaaaah! Lo tunggu sini, 5 menit lagi abang gue ngampe.

J: Kareen! Apaan sih! KAAR!!



Share:

Friday, 13 January 2017

Pardon My Obsession

Gue mau cerita tentang betapa dunia fiksi amat mempengaruhi kehidupan nyata gue. Salah satunya fiksi menginspirasi gue untuk menjadi sesuatu, membeli sesuatu, hobby akan sesuatu yang sifatnya temporary atau sementara. Seakan-akan gue pengen menghidupkan fiksi tersebut dan meleburkannya ke dunia nyata. Adakalanya fiksi seakan menarik gue menjauhi dunia nyata itu tersebut, seperti yang beberapa tahun lalu sahabat gue pernah bilang ke gue kalau hidup gue itu ya fiksi. Gue hidup dengan kenyataan bahwa gue mendedikasikan sebagian besar hidup gue bukan di dunia nyata gue melainkan dunia fiksi atau imaginary yang gue ciptakan sendiri.

Semua yang dikatakan temen gue itu ada benernya namun gak semuanya benar. Gue juga selalu berusaha menarik diri gue kembali ke dunia nyata sebelum gue tenggelam lebih jauh ke dunia fiksi dan gak bisa balik lagi. Fiksi menjadikan gue pribadi yang random dan mudah sekali terpengaruh alur cerita yang sedang gue ikuti saat itu. Misalnya, tiba-tiba ketika gue nonton Fullhouse dulu, gue pengen kayak Han Ji Eun yaitu jadi penulis novel atau naskah!!!! Gue pengen punya rumah kayak rumah-rumah yang ada di fiksi, Alice: Boy in Wonderland-nya Jonghyun, lake house ala-ala Ilmare. Gue jadi suka bunga gara-gara gue nonton Goblin dan pengen nanem buckwheat di halaman rumah gue sampe akhirnya gue nyari bibit tanamannya dan cara nanemnya, dan ternyata hasilnya gue gak dapet bibitnya karena udah abis. Gue masih nyari lagi! takutnya juga ga bisa gue tanem gitu aja karena di Indonesia kayaknya hampir ga ada ladang buckwheat deh.

Kalau dalam hal apparel atau fashion gue rada give up! karena udah harganya selangit, kadang brandnya ga dijual bebas di pasaran alias cuma ada di negaranya aja. Kayak sepatu Veja yang dipake Gong Hyo Jin di Jealousy Incarnate.

Well, that's why I sometimes hate myself because I tend to do the stupid things instead, like buying Jansport's bag cost me almost a million.

Hahaha... Do I look like Ji Eun Tak now?
Share:

Monday, 22 August 2016

Pre-Skripsh*t

Yes.. Pada akhirnya suka atau gak suka, terpaksa atau enggak, yang namanya mahasiswa akhirnya akan sampai ke titik ini, eits jangan sampai salah sebut!

Titik dimana penentuan kelulusan dan akhir dari semua penantian, awal dari babak baru kehidupan. Pertempuran terakhir!

Gue aja masih belum paham matkul tentang English Phonology semester 4 lalu gara-gara dosennya, unbelievable! Eeh sekarang gue udah harus mikirin judul skripsh*t, my gosh!

Well, ada beberapa yang terlintas dipikiran gue tentang skripsh*t kayak apa yang pengen gue garap, cuma gue masih belum tau apa yang mesti gue angkat dari situ.

Gue sih prefer skripsi tentang hobby gue, no, bukan menggambar tapi nonton film!!!

Gue udah ada 2 film dikepala gue, satunya sih rada bokep gitu, eh Tan! Gimana? emang filmnya rate NC-17,tau ga film apa? Well, mau tau aja!

Gue bukan suka filmnya karena NC-17 ininya tapi karena filmnya mengangkat tema yang dalem banget, gue gatau sedalem apa yang jelas, I like this movie. Cuma kalau gue ambil nih film nanti skripsi gue kontroversial banget jadinya. Well, gue punya alternative lainnya.

Film ini keren asli, cinematografinya, dialog pemainnya, ide ceritanya pokoknya perfect banget, rating 8.0 IMDB. Asli gue pengen banget film ini jadi skripsi gue nantinya, cuma gue lagi figure it out apa yang harus gue gali darinya dan dari dirimu eh diri gue apa yang bisa gue kerahkan agar nantinya skripsi gue berguna buat gue seenggaknya, supaya gue bisa menerapkan segala ilmu yang gue dapet selama gue belajar di Universitas kontroversial ini, asik.

Gue juga bingung mau pakai bahasa Inggris apa enggak, secara gue jurusan pendidikan bahasa Inggris, masa skripsi gue pake bahasa Gaelic? atau Klingon?

Doain gue ya semoga gue bisa melewati semua ini. Mungkin gue akan jadiin blog ini media curhat gue sesering mungkin buat ngelatih skill menulis gue, yang nyatanya gak ada. eh belum ada.

Toh gak ada yang tau hari esok kayak gimana kan?
Share:

Saturday, 16 July 2016

Gloomy day in my fiction life

 

Tum Hi Ho.. Meri aashiqui abh tum hi ho..

Waha! Kenapa gue jadi melow dan mengindia gini. Well, tbh, sejak kecil gue memang diberi asupan film India karena memang dulu jamannya. My Indian style in movie kayak Kal Ho Na Ho, Kabhi Alvida Naa Kehna, Kabhi Khushi Kabhie Gham, Mohabbatein, Dilwale Dulhaniya Le Jayenge, Veer-Zaara, Ashoka, Har Dil Jo Pyar Karega, Aśhoka etc.

Barusan gue nonton Aashiqui 2 daaaaaaaaan.. Pecahlah air mata gue. I've known this previous version of Aashiqui before but never watch it. Gue juga udah beberapa hari ini sejak sekitar 2 minggu atau sebulan lalu dengerin soundtracknya yang judulnya Tum Hi Ho dan Meri Aashiqui. Akhirnya gue nonton yang Aashiqui 2 (2013) karena yang 1990 kelihatannya jadul banget. Sepanjang movie gue terhibur banget sama semua OSTnya yang adem banget. Mengingatkan gue pas gue denger theme songnya Kal Ho Na Ho pas ending yang bikin tenang sekaligus bikin sedih.

I like this kind of movie. Sad and tragic one. Gue suka ending yang bikin banjir air mata yang buat kita bertanya "Kenapa?.."



Gue kira mereka end up together but in fact ya gitu deh..

Love it a lot.
Share:

Tuesday, 5 July 2016

Keburu lupa

Gue mencoba untuk lebih produktif lagi sekarang, gue ga tau kedepannya gue akan jadi apa, yang jelas ini salah satu kebiasaan gue sejak dulu yaitu bikin sinopsis. Well, I like fiction that so obvious. That's why I like a story and I usually make one in my head, right after I watched something or get inspired by something. Usually that stories never go out of my head, I mean I rarely write it. It just my imagination and I like to be a part of my own imagination, and enjoy it myself..

But, today, after shubuh prayer I wrote something from my head.. My synopsis, well, I don't know how to call it but I call it synopsis anyway. And then, here they are:

Tema: Arsitektur, Co-workers lovers

Pemain:

  • Lee Ho Won

  • Jung Nara


Latar tempat:

  • HWN Arc.(office)

  • Prague

  • Seoul


~Storyline~
HW dan NR, memiliki ketertarikan yang sama akan seni bangunan, atau arsitektur. HW senang menggambar designnya yang bergaya modern dan lebih komersial. Sedangkan NR senang memfoto tempat-tempat yang memiliki keindahan atau design arsitektur yang bernilai seni tinggi, dengan kata lain keindahan adalah salah satu hal yang menonjol daru setiap desainnya. Ia, NR fokus ikut berbagai kejuaran arsitektur dan memenangkan beberapa penghargaan dan rela berkeliling dunia hanya untuk melihat berbagai karya arsitektur terbaik, salah satunya adalah kawasan eropa yang menjadi "muse" nya.

Mereka sudah mengenal satu sama lain sejak di bangku sekolah menengah. Tepat lima tahun setelahnya, mereka sama-sama mengambil sekolah arsitektur terbaik di Seoul dan pergi keberbagai penjuru dunia, termasuk Prague. NR sangat menyukai Prague dan ingin sekali suatu saat designya dapat dibuat di kota tersebut. Sedangkan HW lebih fokus pada firm bisnis yang ia sudah rencanakan dari dulu yang akan bekerja sama dengan NR dan rekan lain di dunia kearsitekan. Usia muda, 20, mereka sudah mulai aktif di firm yang tidak terlalu populer saat itu. HW lebih berperan karena NR lebih fokus pada setiap perlombaan arsitekturnya dan memenangkan berbagai penghargaan.

Tanpa disadari atau tidak, mereka telah menjadi sepasang kekasih sekaligus rekan kerja. Karena satu sama lain nyaman akan keberadaan masing-masing dan tau akan peran satu sama lain di kehidupan mereka. Mereka menjalaninya dengan mengalir begitu saja. Sampai suatu ketika, setelah 10 tahun saling mengenal satu sama lain dan 5 tahun berkencan dan bekerja bersama, NR memutuskan untuk pergi ke Prague. Meninggalkan sepucuk surat yang berkata:
 "Aku ada di Prague, jangan kesini. Mungkin aku tak kembali."

Begitu isi pesan surat tersebut.

HW yang sedang fokus dengan proyek besar di firmnya yang merupakan proyek ke tiga dan yang akan menjadi kunci kesuksesannya kelak pun menuruti isi pesan itu. Tak lama kemudian, tepatnya 3 bulan kemudian ia mendapat pesan dari nomer tak dikenal, yang memiliki kode area yang asing yang berkata
" bisakah kau ke Prague? Ia membutuhkanmu lebih dari apapun dan siapapun - Antonin"

Ps: mengenai siapa aku akan kujelaskan jika kau sudah disini.
Ini alamat kami:

Retro Flat Apartment, Zborovská 1026/15, 150 00 Prague-Smíchov, Czech Republic

Melihat nama Prague, lantas HW langsung paham dengan siapa ia bicara dan memutuskan untuk pergi kesana tanpa menghiraukan apapun dan meninggalkan pekerjaannya.

Prague

Ia sudah mengerti situasi di Prague atas penjelasan dari Antonin yang tak lain adalah mantan suami dari NR, ya, tiga bulan yang lalu NR menikah dengan Antonin. Di Prague tanpa memberitahu HW. Namun mereka berpisah setelah 3 bulan, NR tidak keberatan berpisah dari Antonin namun tidak juga berkata apa-apa hanya mengurung diri di flat-nya. Antonin merasa amat cemas dan akhirnya ia menyelidiki sendiri NR lewat HPnya dan ia melihat foto-foto HW dan kontak HW di hp NR lalu menghubungi lelaki itu. Menjelaskan semua dan apa yang terjadi. HW mendengarkan dengan seksama tanpa komplain. Lalu, ia memandang dengan dalam NR yang kala itu sedang tidur.

Setelah 3 jam tidur dibawah shower dengan masih menggenggam suntikan dengan sisa obat tidur didalamnya (yang ia ketahui kemudian). Antonin mengatakan ia tidak bisa mengurus NR lagi, tidak setelah mereka bercerai seminggu yang lalu. Yang telah disepakati keduanya. Antonin berkata ia harus melanjutkan hidupnya, dan NR pun sudah melepaskanya. Namun Antonin khawatir dan ketika ia mengecek beberapa hari yang lalu sebelum kemudian akhirnya ia menghubungi HW karena NR tak kunjung menjawab telponnya untuk mengurus perceraian mereka yang agak sulit di Prague, ia memutuskan untuk mengecek NR dan kejadian serupa seperti hari ini terjadi. Antonin merasa takut ini terjadi lagi maka ia menghubungi siapapun yang ada di kontak HP NR. Tiada siapapun, kecuali HW di hpnya. Lainnya hanya nomer tidak dikenal, nomer international dan lokal.

Setelah memastikan bahwa NR dalam penjagaan HW sekarang maka Antonin pun pergi dan menjelaskan bahwa ada beberapa prosedur perceraian yang harus di selesaikan NR dan kemudian pergi meninggalkan HW dengan setumpuk surat dan keheningan di flat dengan NR yang masih tidak sadarkan diri.

Menunggu NR sadar HW membaca surat-surat tersebut dan mulai mempelajari satu persatu isi suratnya yang kadang membuat alisnya naik karena berbagai macam peraturan disana dan hal yang harus mereka jalani, yep, mereka, karena HW yakin NR tak akan menjalani hal ini sendirian, tidak setelah ia melihatnya hari ini.

HW tidak tahu obat tidur macam apa yang disuntikan NR sehingga ia tidur sampai pagi keesokan harinya.

Ketika HW yang terlelap di sofa dengan kertas-kertas berserakan disekelilingnya bangun, di depannya NR sedang duduk memerhatikannya dari sofa yang lain. NR sama sekali tidak terkejut malah terkesan datar. Entah ia masih dibawah terpengaruh obat tidur atau bagaimana, ia hanya memandang HW dan HW pun gantian menatap NR. Tidak ada yang bicara saat ini bahkan berkedip. Mereka seperti bicara dalam diam, menunggu salah satunya memecahkan kesunyian tersebut.

Ingat akan kertas-kertas diatasnya HW pun buka suara.

Kau sungguh butuh bantuanku saat ini, kertas-kertas ini harus segera kau kembalikan kepada yang membutuhkan - HW

NR tersenyum tak percaya, dan tak berkata apa-apa meninggalkan HW dan pergi mandi. Terdengar suara HW mengakatan dari jauh seperti jangan minum obat tidur sebelum mandi yang membuat senyum NR makin lebar.
HW dan NR selama hampir seminggu mengurus segala dokumen perceraian dan imigrasi di Prague yang sangat sulit dan melelahkan. NR berkomentar "aku tak akan menikah disini untuk yang kedua kali" lalu HW membalas "aku akan membunuhmu jika itu terjadi"
Tanpa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi HW melakukan segala hal untuk NR seperti halnya ia wajib melakukan itu. HW tidak berkata apapun maupun bertanya apapun. NR pun tak menceritakan apapun. Walaupun HW memiliki cerita versi Antonin namun seharusnya, sudah sewajarnya ia tahu dari NR tentang apa yang terjadi tiga bulan belakangan. Pertanyaan simpel seperti, "mengapa kau melakukan itu? "Apa yang sebenarnya terjadi?" "siapa itu Antonin dan bagaimana kau mengenal dan memutuskan untuk menikah dengannya?" hal-hal yang seharusnya jadi pertanyaan mendasar HW.
Ia hanya menanyakan hal-hal yang dulu ia sering tanyakan, seperti "apakah kau sudah makan?" hal-hal sepele yang jawabannya ia sudah ketauhi sebelum bertanya.

HW memutuskan untuk tidak bertanya, NR memutuskan untuk tidak bercerita. Keduanya pun kembali ke Korea.

Seoul

"Apa? Apa yang terjadi? Aku tak mungkin salah dalam kalkulasi desainku. Kalian bercanda?"

"Tidak perlu, aku akan kesana. Jangan lakukan apapun sampai aku ada disana, mengerti?!"

NR menutup telpon dalam bahasa Inggris tersebut. Lalu ia mengecek jadwal pesawat tercepat ke Prague. Ya, ia akan ke Prague kalau bisa detik itu juga. Nah, ia mendapatkannya, pesawat berangkat hari itu jam 5, sekarang jam 12 siang, ia punya waktu. Ia pun bergegas dan pergi meninggalkan rumah HW, rumah sekaligus kantor bagi HWN arc.

HW akan membunuhnya kalau tau ia pergi hari itu juga, tapi NR tak peduli, ia butuh pergi kesana. Ia butuh kabur dari sana, sesungguhnya. Ia menggunakan cara lama dengan hanya meninggalkan sepucuk surat, bukan, justru ia meninggalkan pesan di halaman depan kartu undangan berpita merah berwarna putih.
"Aku ke Prague, kau akan mengerti."

HW melihat pesan tersebut ingin rasanya ia mencekik leher wanita tersebut. Wanita itu, NR pergi dan datang di hidupnya sesuka hatinya. Apalagi ini? Prague? Pesan sialan yang wanita itu tinggalkan di kartu undangan tersebut membuatnya geram.

Mendengar kota itu lagi ia jadi ingat kejadian 5 tahun lalu. Tepat persis seperti hari ini. Apalagi kali ini yang akan ia perbuat, pikirnya. Padahal 3 hari lagi hari pernikahannya.

Prague

Ya, escape plan. Ini lah yang ia tunggu-tunggu. Keluar dari Seoul, pikir NR. Berada di Seoul membuatnya gila. Pekerjaan di Prague sebenarnya bisa ia selesaikan di Seoul. Ia hanya butuh alasan, alasan untuk? Menghindar dari HW.

Ia tahu, dalam waktu dekat pernikahan ini akan terjadi. Namun, ia baru sadar, sedekat itu. Yep, tiga hari lagi dan ia sekarang membuat keributan. Ya, NR tau, HW akan menyusulnya kemari, pasti. Dan dugaanya terbukti karena pesawat berikutnya ke Prague telah mendarat bersama HW di dalamnya. Pesan singkat di HPnya berkata,
"Kau gila? Kau benar-benar gila. Aku tak percaya kau meninggalkanku di H-3, tunggu disana aku akan menyeretmu ke Seoul" HW

Pesan ini seperti dikirim seorang penagih hutang kepada yang ditagih. Memang ia salah apa? Pikir NR. Ia berhak melakukan hal apapun dalam hidupnya. . .
Jika dikatakan NR kabur dari HW, kenyataannya salah besar. HW tau persis NR berada dimana, orang kabur tak akan sejelas itu dan segampang itu ditemukan. Beda seperti 5 tahun lalu, kali ini HW terlihat marah besar. Ia murka. NR dapat melihat itu diwajahnya, NR pun memalingkan wajahnya ke arah lain, kemanapun asal matanya tak bertemu mata HW. Mata itu menyala bagai api. Mata yang biasanya selalu teduh dan menenangkan, sekarang penuh amarah dan kebencian, serta kesedihan dan kekecewaan yang berusaha ditutupi dengan api kemarahan.
Kata pertama yang keluar dari mulut HW adalah "kau wanita jahat". NR hanya tersenyum sinis dan membalas dengan kata "bagaimana penerbanganmu, kau terlihat masih jet-.." HW "APA YANG KAU MAU?" "kau tau? 3 hari lagi adalah hari yang penting. Apa kau pikir aku main-main? Aku mengenalmu lebih dari 15 tahun dan kau tahu itu melelahkan! Kau terus pergi kesana dan kemari sesuka hatimu, kau pikir hanya kau disini yang memiliki kehidupan? Aku juga punya dan dalam tiga hari kedepan aku akan menjalani kehidupan baruku. Kau masih ingin merusaknya? Seperti 5 tahun lalu? Ketika kau mendadak pergi meninggalkanku, tiga bulan kemudian kau menghubungiku, oh bukan kau, siapa itu? Anders? Ya, kau masuk kembali kehidupku sampai sekarang lima tahun kemudian dan masih saja kau seperti ini. Seenaknya memutarbalikan hatiku. Apakah kau pernah peduli padaku barang sedetik saja? Pernah terlintas di otakmu?"

"Anggap saja tidak. Kembalilah ke Korea, calon istrimu nanti khawatir"- NR

"Apa? Ya! Hanya itu yang bisa kau katakan? Membuatku terbang jauh-" HW

"Aku tak memintamu! Kau datang sendiri, demi tuhan!~" NR

"Kau bodoh jika berpikir aku tidak akan datang dengan meninggalkan pesan sialan itu! Kau tau aku akan datang. Dan itu cara memintaku untuk datang kepadamu. Kau paling tau, demi tuhan, aku sudah mengenalmu seumur hidupku." HW

"Jika kau menganggapnya seperti itu, berarti kau sama sekali tak mengenalku selama ini. Kau tak pernah mengerti diriku, kau hanya berpura-pura mengerti. Kembalilah ke Korea, aku tak mau merusak hari pernikahan orang lain, apalagi orang yang sudah mengenalku selama 15 tahun" NR

"..."

"Kau tau, mengenalmu lebih sulit daripada mencintaimu, selama ini aku merasa mencintai wanita yang berbeda walau dalam satu raga. " HW

"Makanya, kau tak pernah benar-benar mencintaiku karena kau tidak benar-benar mengenalku" NR

"..."

"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri?" HW

"Hhh.. Mendengar kau menanyakan ini, aku merasa seperti orang idiot. Kau bahkan tak pernah merasakannya. Kau merasa harus bertanya?" NR

"Ha ha ha, ya, aku akui, semua ini merupakan caraku membalasmu 5 tahun lalu, agar kau merasakan apa yang aku rasakan dulu. Lalu kenapa hatiku ikut merasakan sakit seperti waktu itu? Harusnya kau yang merasakan ini semua. Pernikahan ini semua aku rancang untukmu, maksudku untuk membalasmu 5 tahun lalu. Kenapa balas dendam begitu menyakitkan? Ini rasanya seperti aku merasakan sakitnya 5 tahun lalu sekali lagi, ketika kau tiba-tiba menghilang dan 3 bulan kemudian aku menemukanmu membeku di kamar mandi. Kau tak pernah tau, sakitnya hatiku saat itu. Namun, hari ini seharusnya kau yang sepertu itu. Kenapa aku masih merasakan sakit ini? Kenapa? Apa salahku? Kenapa bisa sesakit ini? Mencintaimu... Selama lima tahun ini, aku memikirkan bagaimana cara aku membalas rasa sakit ini? 5 tahun aku menahan ini semua, aku pikir 5 tahun ini aku memalsukan cintaku padamu. Ternyata? Aku tak tahu. Seharusnya aku tak pernah ke Prague lima tahun lalu. Mungkin tak akan sesakit ini jadinya. " HW

"..."

To be continue?
Share:

Thursday, 31 March 2016

Koleksi lelaki

Well, disini lelaki yang gue maksud bukan lelaki dalam tanda kutip yaa.. Tapi gue mau nulis aja nih beberapa eh banyak sih lebih tepatnya aktor kesukaan gue, duuh penting gak sih? Penting! Sebagai pecinta film, aktor merupakan faktor utama gue mau nonton film tersebut, disamping cerita dan lain hal sebagainya. Karena film kan kita lihat bukan kita denger doang jadi gak salah dong kalo aktor itu penting. Gue sebutin yaa seinget gue.. Dan yang akhir-akhir ini happening di kehidupan fiksi gue. Let's start..!

1. Tom Hiddleston

tumblr_nb33n54ieN1rzxdhpo3_500491999278Well, kenapa doi pertama? Karena gue lagi suka-sukanya sama dia belakangan ini. Setelah nonton aktingnya doi as Loki, gue melted sama suara dan kharisma doi kalo udah ngomong dan segala ekspresinya. Duuh, doi juga punya senyumnya yang menawan banget.. Gue bisa dibilang telat recognized him, jadi gue sebenernya udah pernah nonton film dia sebelumnya, judulnya Only Lovers Left Alive bareng Tilda Swinton (2013) dia jadi vampire cuman dulu gue masih belum engeh sama dia.. Dan pas dia jadi Loki lah gue jadi ketemu dia lagi. Gue lagi nonton film-film dia sekarang, The Deep Blue Sea bareng Rachel Weisz juga bagus dan Crimson Peak sama Mia Wasikowska yang merupakan reunian mereka setelah Only Lovers Left Alive. Both Him and Her are my favorite actor and actress. That's number 1.

Next, aka number is

2. Lee Pace

thranduilthe fall 2007 lee pace3

Yep, bapaknya Legolas. Alias pemeran Thranduil di film trilogi The Hobbit ini lumayan menggetarkan hati gue dengan kecantikkannya. My type absolutely, silver long hair with thick eyebrows. What a beautiful man alive. Dia sukses banget jadi bapak legolas, aaah.. Bapak anak sama-sama bikin melted. Gue akhir-akhir ini lagi ngumpulin film dia, kemarin baru aja kelar nonton 'The Fall (2006)' dan you must watch it! Film ini keren banget! Gue suka dia di film ini, dan si kecil Catinca Utaru yang jadi Alexandria. He looks so damn hot here! Lee Pace I mean, not Catinca.. Film ini berkesan banget, gambarnya bagus walau terbilang film lama (about 10 years ago kan) dan ceritanya pure banget. Si Alexandrianya lucu banget. Pokoknya recommended. Still, gue masih nyicil nyari film dia yang lain. Nanti kalo ada yang bagus gue tambahin disini yaa..

3. Sam Claflin

tumblr_njlz1xVDgr1rfw77fo1_500landscape-1448047856-elle-hgcdsamclafin

Again british guy. I love british guys so much. Lol, mereka tuh desireable banget. Satunya Mr. Sam Claflin ini. Semenjak liat dia di Snow White and the Huntsman yang gue belom tertarik banget gue kira dia cuma yaa gitu aja.. Eeeeh pas dia jadi Finnick Odair di Hunger Games, mate lah awak klepek-klepek sama dia. He's so gentle. A gentleman. Walau yaa in the end he has to.. Hikz yasudah. Film kedua dia yang gue tonton yaitu The Riot Club (2014) wuhuuuuu... Luar Biasa dia disini. Jahat sih cuma yaaa teteup aja ganteng, aha! Di film ini berkumpulah cowok-cowok oxford yang kece dan highclass gue demen banget aaah~ nanti gue juga bahas aktor lain yang ada disini. Lanjut, film dia yang paaaaaaling gue tunggu dan agak lama nunggunya yaitu 'Love, Rosie' what a romantic film.. Gue sukabanget Lily Collins and Sam Claflin disini, Rosie and Alex. Diangkat dari novel karya Cecilia Ahern dengan judul Where the rainbow ends kalo ga salah, ini salah satu film favorite gue all the time. Must watch it! And this very year, On June, dia bakal jadi William aka Will dan bakal adu akting sama Mother of Dragons Daenerys Targaryen, aka Emilia Clarke aka Clark dalam film yang diangkat dari novel as well yaitu Me Before You by Jojo Moyes. Can't wait!

4. Jamie Campbell Bower

Jamie Campbell Bower as Jace Wayland The Mortal Instruments City of Bonesjamiejamie

aka Lily Collins's boyfriend aka Jace Wayland di Mortal Instrument: City of Bones. Bad boy yang satu ini emang bikin cewek dilema. Antara mau meluk apa jewer kupingnya dah gitu bisa nyanyi lagi. Well, si Vampire Caius ini emang ga ada duanya. Walaupun sekarang dia lebih fokus ke nyanyi, gue tetep suka dan keep watching him from any sosmeds he has. Dia itu open banget dan banci sosmeds. Mudah-mudahannikahlahsama Collins.

5. Avan Jogia

tumblr_nrtf1erxOM1rk7pzfo1_1280imagesThe hottest man alive. Jenis bad boy nan calm ini keturuan dari beberapa bangsa, diantaranya Canada, India dan whatsoever, menjadikan wajahnya yang gimana ya, khas banget. Ganteng pastinya. Ketemu dia pas browsing iseng, terus nonton deh serial doi yang Twisted. He looks damn hot here. Dia filmnya banyak cuma rada susah didapet dan bukan peran utama pulak. Cuma kalo tv series dia keren banget. Aktingnya jadi Pharaoh Tutankhamun aka king Tut bikin melted, dia keren banget disini. Dapet banget feelnya! Semoga aja dia lebih sering dan makin banyak makin banyak filmnya..

6. Logan Lerman

Blue eyes. Udah gitu aja. Percy Jackson ini emang Prince Charming banget. Gue suka pairing dia sama Lily Collins di Stuck In Love. Pairing dia sama Emma not so bad lah. He's talented actor and still young.

7. Ezra Miller

img-ezra-miller-profile_163536649367

Ezra-Miller-GIF-1435201990

Gay looking guy ini emang jago banget mainin tatapan tajamnya. Model androjini or whatever tulisannya ini emang tipe yang attracted someone in psychology way. Liat aktingnya di The Perks of Being Wallflower bikin gue demen walau dia gay, tambah lagi di We need to talk about kevin, beware of Gonzo, trus aktingnya dia sama Mia Wasikowska biar cuma sebentar. Tambah lagi dia bakal jadi The Flash aka Berry Alan, duh gak sabar. He is so playful and fucking handsome there *in my point of view, of course

8. Douglas Booth

bhjbstill-of-douglas-booth-in-jupiter-ascending-(2015)-large-picture

 Yuhuuu.. Si tampan nan rupawan yang satu itu memiliki tatapan yang mahaaaaaaaaa... nusuk. Njleb. Sexy abis laki yang satu ini. British guy is always the best when he opens his mouth. 

Well sampai sini dulu, nanti nambah lagi kalau ada ide.
Share:

Wednesday, 20 January 2016

Movie Review

Movie a.k.a film udah jadi bagian dari hidup gue, mungkin hidup sebagian besar orang di dunia ini. Jujur kacang ijo, bukan jujur aja, buat gue, movie atau hal fiksi sejenis seperti novel buat gue semacam sebuah pelarian dari kehidupan nyata, dan ini pernah diungkapkan sama dua temen baik gue, kalo gue itu terlalu hidup di dunia fiksi. Dunia yang nyatanya menurut gue lebih nyata ketimbang dunia gue sendiri.

Kok jadi bahas tentang gue gini ya? orang mau movie review. Yowes, back on track. Kembali ke playlist. Gue lupa udah berapa banyak film yang gue tonton, gue disini gak bakal nyebutin satu-satu, cuma yang berkesan aja buat gue, yang meninggalkan impressi yang dalam. Langsung aja, check this out:



Ada banyak lagi, beneran! cuma gue lupa. nanti update lagi deh!


Note: This is ridiculous! harusnya ada slide foto disini gue lupa blog ini gue import dari wordpress jadi fotonya ga ke import deh. Buat postingannya bisa langsung cek disini
Share:

Tuesday, 8 December 2015

Wedding Fair (last chapter)

Grey
Grey Aria Lestari. Perpaduan wanita Jawa dan Manado-Inggris. Itu sebabnya ketika diriku lahir, kedua orang tuaku memberiku nama Grey, abu-abu. Ibuku Jawa tulen dengan kulit kecoklatan dan tipikal wanita Jawa yang anggun karena masih keturunan bangsawan keraton Solo katanya.
Ayahku kebalikannya, Tinggi berkulit putih dan memiliki postur tubuh orang luar negeri dan sedikit kaku tipikal orang Manado walaupun darah blasteran Inggrisnya hanya ia ambil sedikit dari kakekku.
Dengan latar belakang keluarga yang unik tersebut lahirlah aku, si abu-abu. Ya, ketika aku lahir ke dunia, kata mereka, kedua orang tuaku, diriku seperti berkulit abu-abu. Atau kalo istilahnya sebenarnya eksotis. Jadi mereka menamakanku Grey. Terlepas dari hidupku sekarang yang memang abu-abu. Itulah alasan orang tuaku menamakanku demikian. Namun, seiring waktu berjalan, penyakitku dan segala macam, kulit abu-abu eksotisku berubah menjadi pucat hari demi hari.
Note: Pengen banget bisa nyelesain ini cerita, cuma gue udah gatau lagi mau gimana. Endingnya cuma ada di pikiran gue doang, gak bisa gue keluarin. Biarlah, biar menjadi bagian dari cerita-cerita lain yang gue ciptakan di otak gue. Dibuang sayang jadi di publish ada apanya aja.
Share:

Saturday, 13 December 2014

The Hunger Games (Spoiler Alerts)

I am trapped into a game called "The Hunger Games"

Yep. Novel yang telah lama rilis dan berjajar di toko buku yang biasanya cuma saya liat sejenak lalu beralih ke novel lain sekarang malah jadi novel kesukaan saya.
Awalnya saya gak begitu tertarik dengan novel hunger game yang menurut saya mostly ceritanya pasti tentang pembunuhan sadis manusia. I hate it. That kind of murderer novel. Saya ga begitu suka novel yang ceritanya terlalu serius. Ternyata, not that serious.

Hunger Games menyajikan pula sebuah drama manis, kisah cinta segitiga, di antara peperangan, game kematian, kelaparan yang disuguhkan manis tanpa dilebih-lebihkan yang kesannya lebih ke kenyataan. Kenyataan bahwa sesungguhnya semua yang kita kira hanya akting belaka belum tentu demikian. Cinta itu sederhana. Sesederhana sebuah pertemuan pertama Katniss dan Peeta yang jadi awal memori mereka yang tanpa disadari menjadi awal mungkin kisah cinta mereka.

Katniss Everdeen dan Peeta Mellark, oh kisah cinta kalian merupakan yang saya biasanya cari dari sebuah fiksi atau romance. Saya sangat menikmati perkembangannya. Membuat saya gila. Sungguh. Saya paling benci menunggu satu tahun untuk sebuah jawaban yang sudah saya yakini tapi hanya butuh sebuah bukti. Ya, karena tak sabar menunggu The Mockingjay Part. 2 tahun 2015, saya putuskan untuk.... Baca ebooknya. Ya, english version. Hmm.. Yummy.



Share:

Monday, 19 May 2014

Wedding Fair

Lona

Rakadya Wilona. Aku tak mengerti dengan laki-laki. Mereka makhluk yang sulit. Seperti suamiku ini. Dulu setengah mati ia mengejar cintaku. Bahkan mengajakku untuk kawin muda.
Namun sekarang setelah kami menikah. Entah mengapa rasanya ada sesuatu yang hilang darinya. Sesuatu seperti apa ya, gairah hidup? Semangat? Mungkin ia bisa menutupinya dari semua orang. Semua orang yang menghadiri pernikahan kami yang terencana dan terorganisir dengan baik. Semua kerabat bahkan keluarga kami. Tapi bagiku, yang sudah tau dengan sifat dan wataknya. Aku merasa ia hanya sedang menjalankan tugas saja. Tugas menjadi suami. Bukan dari hati. Seperti memang kewajiban saja. Bukan panggilan hati.
Ia dulu bilang sudah mengenalku seumur hidupnya. Tapi apa? Bahkan kemarin ia hampir lupa ulang tahun pernikahan kami kalau bukan berbarengan dengan hari valentine. Ya, kami menikah sudah hampir 5 tahun yang lalu tepatnya di hari valentine. Itu juga pilihannya. Hampir semua ia yang mengatur. Katanya aku cuma cukup jadi cantik saja. Gombal.
Namun, sebenarnya aku agak ragu padanya. Jujur, walaupun kami kenal sejak kecil. Aku terkadang seperti tidak mengenalnya. Ia seperti jauh dari jangkauanku. Ia pemimpi dan perencana yang baik. Namun entah mengapa, aku masih meragukannya. Ya, selama ini aku masih juga meragukannya. Malah dari dulu. Ia sempat sampai beberapa kali menyatakan cintanya kepadaku namun tidak pernah kuterima sampai akhirnya aku menyerah dan menerimanya. Ketika aku yakin, walau sedikit ragu masih menyelimuti hatiku kepadanya.
Keraguanku bukannya tanpa alasan. Alasan klasik sih sebetulnya dan hanya ketakutanku semata. Yaitu, aku takut ia bosan. Ia bosan terhadapku. Suatu saat nanti. Bagaimana tidak. Kami sudah bersama bahkan dari kami masih ngompol di celana. Ia, setauku tak pernah dekat dengan cewek lain bahkan dengan orang lain setauku. Hanya sebatasnya saja. Ia selalu menempel padaku. Semasa kecil hingga remaja. Itulah, itu hal yang paling aku takutkan. Ia bosan. Makanya, ketika ia melamarku. Rasa takutku makin menjadi. Aku takut pernikahan kami cuma seumur jagung. Aku takut ia bosan. Ia lelah bersamaku. Itulah mengapa. Aku biarkan ia berpikir.

Share:

Thursday, 15 May 2014

AL[L]ONE (unspoken love) Prolog

Senja di kota Tokyo, matahari sore di musim panas mulai meredup menyisakan kehangatan dan berkas-berkas cahya indah dari arah barat. Menyinari bangunan-bangunan padat menjulang tinggi yang seakan berlomba untuk mendapat sinarnya, mencapai langit.
Tak luput oleh jangkauan sang matahari, sebuah balkon apartemen terbuka menyambut sisa-sisa kehangatan nan indah dan menyinari sampai ke bagian dalam apartemen tua nan monoton.
Terlihat seorang anak perempuan melipat kedua tangannya diatas teralis besi balkon yang berhiaskan tanaman rambat dan pot pohon kaktus dengan berbagai macam bentuk yang sepertinya disiram hanya sebulan sekali.
Ia sedikit berjinjit dan menumpukan dagu kecilnya itu sambil menatap kosong ke arah langit sore, merasakan kehangatan sinar matahari yang merasuki tubuhnya, terdiam mengabaikan sekelilingnya. Dalam balutan baju terusan lengan pendek selutut berwarna putih gading dan rambut hitam panjang yang lurus khas orang Jepang yang ia biarkan terurai namun tertata rapi walaupun hembusan angin menerpa wajah mungil dan poni rata yang mengganggu penglihatan mata kecilnya.
Arisa Miura
sudah hampir setahun ia selalu melakukan hal yang sama setiap harinya, yaitu berdiri di balkon apartemennya sambil menatap langit sore, menunggu kepulangan ibunya. Setelah ayah yang dicintainya pergi meninggalkannya akibat kecelakaan kerja.

Share:

Tuesday, 8 April 2014

Iseng-iseng bikin sinopsis Part 2


Entah mengapa gue suka ngejudulin pake part-part-an kayak cinta fitri aja. Baiklah langsung saja saya mau nulis sinopsis yang saya pikirkan dikepala, nanti keburu lupa lagi, here we go!

Referensi Judul : Wedding Fair

Cowok : Pernikahan batal, punya mimpi kawin muda sama ceweknya yang udah dia pacarin dari sejak SMP (sahabeut masa kecil ceritanya)

Sejak pernikahan yang udah dia rencanakan dengan sematang-matangnya batal karena secara gak langsung cewek yang selama ini ia pacari menolaknya ketika menyatakan proposal pernikahannya, dia jadi sering pergi ke pameran-pameran pernikahan atau wedding fair, sendirian. Sampai suatu ketika, takdir mempertemukannya dengan seorang wanita, wanita yang tak ia sangka 'akan' memiliki peran berarti untuk hidupnya kelak

Quote : Aku udah ngerasa mengenal dia seumur hidupku, namun ia belum merasa mengenalku seumur hidupnya.

Cewek : Tidak punya waktu banyak untuk memikirkan tentang pernikahan, karena penyakit yang ia derita, jadi ia suka datang ke Wedding Fair.

Pernikahan? untuk memikirkan hal itu saja, rasanya jadwal kemotherapyku terlalu padat untuk hanya memikirkan hal itu. Namun, untuk wedding fair? setidaknya aku bisa kabur sejenak dari Rumah Sakit yang baunya sudah sama dengan baju yang kukenakan ini hanya untuk pergi menghadirinya. Umurku sekarang sudah 20 tahun, bonus 4 tahun sejak dokter memvonis keberadaanku di dunia hanya sampai di angka 16, 4 tahun lalu, Namun dengan bonus tersebut, mengharapkan pernikahan rasanya hal yang sangat muluk sekali bagiku, yang sehari-harinya makan-tidur dirumah sakit. Kalau aku menikah, mau makan apa suamiku? masa makanan hambar yang aku makan? jangankan untuk memikirkan pernikahan, memikirkan tentang hari esok apakah aku masih berada di dunia ini atau tidak rasanya 'berlebihan' untukku. Sampai suatu ketika, kata-kata seandainya, bayang-bayang pernikahan, hadir di benakku, ketika kami berfoto bersama, ya 'kami'. Aku dan lelaki pertama dan terakhir yang membuatku untuk pertama kali dan terakhir kalinya memikirkan tentang 'pernikahan'.

to be continued...
Theme Song : Somewhere Only We Know (Lily Allen version)
Share: