Showing posts with label GLOOMY. Show all posts
Showing posts with label GLOOMY. Show all posts

Sunday, 12 March 2017

Cinderella's Stepsister


Eunjo:
That person...

I ache when I see him and I ache when I can't see him.

I'm miserable when he's here and I'm miserable when he's not.

I'm miserable when he smiles at me and I'm miserable if he smiles at others.

My name...

When he calls my name, I'm miserable.

If he doesn't call my name, I'm miserable.

As long as the earth doesn't swallow me up this instant,

I will continue... to be miserable, Jung Woo.

But I would rather have him here.

Then I can act like I can't stand him.

That would better than not having him here.

...
Share:

Friday, 13 January 2017

Pardon My Obsession

Gue mau cerita tentang betapa dunia fiksi amat mempengaruhi kehidupan nyata gue. Salah satunya fiksi menginspirasi gue untuk menjadi sesuatu, membeli sesuatu, hobby akan sesuatu yang sifatnya temporary atau sementara. Seakan-akan gue pengen menghidupkan fiksi tersebut dan meleburkannya ke dunia nyata. Adakalanya fiksi seakan menarik gue menjauhi dunia nyata itu tersebut, seperti yang beberapa tahun lalu sahabat gue pernah bilang ke gue kalau hidup gue itu ya fiksi. Gue hidup dengan kenyataan bahwa gue mendedikasikan sebagian besar hidup gue bukan di dunia nyata gue melainkan dunia fiksi atau imaginary yang gue ciptakan sendiri.

Semua yang dikatakan temen gue itu ada benernya namun gak semuanya benar. Gue juga selalu berusaha menarik diri gue kembali ke dunia nyata sebelum gue tenggelam lebih jauh ke dunia fiksi dan gak bisa balik lagi. Fiksi menjadikan gue pribadi yang random dan mudah sekali terpengaruh alur cerita yang sedang gue ikuti saat itu. Misalnya, tiba-tiba ketika gue nonton Fullhouse dulu, gue pengen kayak Han Ji Eun yaitu jadi penulis novel atau naskah!!!! Gue pengen punya rumah kayak rumah-rumah yang ada di fiksi, Alice: Boy in Wonderland-nya Jonghyun, lake house ala-ala Ilmare. Gue jadi suka bunga gara-gara gue nonton Goblin dan pengen nanem buckwheat di halaman rumah gue sampe akhirnya gue nyari bibit tanamannya dan cara nanemnya, dan ternyata hasilnya gue gak dapet bibitnya karena udah abis. Gue masih nyari lagi! takutnya juga ga bisa gue tanem gitu aja karena di Indonesia kayaknya hampir ga ada ladang buckwheat deh.

Kalau dalam hal apparel atau fashion gue rada give up! karena udah harganya selangit, kadang brandnya ga dijual bebas di pasaran alias cuma ada di negaranya aja. Kayak sepatu Veja yang dipake Gong Hyo Jin di Jealousy Incarnate.

Well, that's why I sometimes hate myself because I tend to do the stupid things instead, like buying Jansport's bag cost me almost a million.

Hahaha... Do I look like Ji Eun Tak now?
Share:

Saturday, 16 July 2016

Gloomy day in my fiction life

 

Tum Hi Ho.. Meri aashiqui abh tum hi ho..

Waha! Kenapa gue jadi melow dan mengindia gini. Well, tbh, sejak kecil gue memang diberi asupan film India karena memang dulu jamannya. My Indian style in movie kayak Kal Ho Na Ho, Kabhi Alvida Naa Kehna, Kabhi Khushi Kabhie Gham, Mohabbatein, Dilwale Dulhaniya Le Jayenge, Veer-Zaara, Ashoka, Har Dil Jo Pyar Karega, Aƛhoka etc.

Barusan gue nonton Aashiqui 2 daaaaaaaaan.. Pecahlah air mata gue. I've known this previous version of Aashiqui before but never watch it. Gue juga udah beberapa hari ini sejak sekitar 2 minggu atau sebulan lalu dengerin soundtracknya yang judulnya Tum Hi Ho dan Meri Aashiqui. Akhirnya gue nonton yang Aashiqui 2 (2013) karena yang 1990 kelihatannya jadul banget. Sepanjang movie gue terhibur banget sama semua OSTnya yang adem banget. Mengingatkan gue pas gue denger theme songnya Kal Ho Na Ho pas ending yang bikin tenang sekaligus bikin sedih.

I like this kind of movie. Sad and tragic one. Gue suka ending yang bikin banjir air mata yang buat kita bertanya "Kenapa?.."



Gue kira mereka end up together but in fact ya gitu deh..

Love it a lot.
Share: