Showing posts with label Makoto Shinkai. Show all posts
Showing posts with label Makoto Shinkai. Show all posts

Monday, 2 October 2017

Stasiun

A movie scene from Byousoku 5 Centimeter or 5 Centimeters Per Second by Makoto Shinkai, one of my favorite from his works. Actually I like almost all of his works but this is my very first movie from him that I watched. I was very impressed with his art works, all done beautifully and as real as they can be. This movie made my heart broke into a million pieces. I couldn't stop crying while watching this movie even for the 3rd time. 

I always wondering how Akari really feels about Tohno and how is she doing with her life. Is her life as miserable as Tohno? I mean I just don't get it how she can lives her life as if nothing ever happened. Or Is she just tired of eveything else and just decided to move on her life? forget about Tohno? There is no clear explaination about that but we just can guess. I guess her life was as miserable as Tohno at first but she decided to move on and forget about all of it. I know, if you put your mind into something, you can do almost anything that you want to do. Like, if you set your mind to move on, you can move on but sometimes your heart just won't allow it. 



Well, I know it's a bit embarassing, but I've got an idea to write right after I'm home. This will be in Bahasa. Call it whatever you want, poet, poem or just words. I think a lot of things today about anything. When I'm alone, I think, I think and only think.

. . . . . .



Seperti layaknya sebuah stasiun
Kau mungkin hanya salah satu persinggahan kereta
Karena kereta tidak hanya singgah di satu stasiun saja
Dan kereta tidak akan singgah terlalu lama di sebuah stasiun
Kecuali kau adalah stasiun pemberhentian terakhir
Tempat gerbong-gerbong itu beristirahat menantikan fajar
Sayang kau hanya stasiun biasa
Kau hanya bisa menunggu kereta datang...
Datang dan pergi sesuka hati mereka
Dan kau akan selalu menerima mereka
Loncengmu akan berdenting nyaring
Menyambut kereta kegirangan
Dalam hitungan detik
Kereta pun berlari menjauhimu
Dan kau akan terus menunggu sampai dia kembali kepadamu
Karena kau tahu, stasiun biasa sepertimu
hanya bisa menunggu
menunggu dan menunggu...

Share:

Friday, 13 January 2017

Pardon My Obsession

Gue mau cerita tentang betapa dunia fiksi amat mempengaruhi kehidupan nyata gue. Salah satunya fiksi menginspirasi gue untuk menjadi sesuatu, membeli sesuatu, hobby akan sesuatu yang sifatnya temporary atau sementara. Seakan-akan gue pengen menghidupkan fiksi tersebut dan meleburkannya ke dunia nyata. Adakalanya fiksi seakan menarik gue menjauhi dunia nyata itu tersebut, seperti yang beberapa tahun lalu sahabat gue pernah bilang ke gue kalau hidup gue itu ya fiksi. Gue hidup dengan kenyataan bahwa gue mendedikasikan sebagian besar hidup gue bukan di dunia nyata gue melainkan dunia fiksi atau imaginary yang gue ciptakan sendiri.

Semua yang dikatakan temen gue itu ada benernya namun gak semuanya benar. Gue juga selalu berusaha menarik diri gue kembali ke dunia nyata sebelum gue tenggelam lebih jauh ke dunia fiksi dan gak bisa balik lagi. Fiksi menjadikan gue pribadi yang random dan mudah sekali terpengaruh alur cerita yang sedang gue ikuti saat itu. Misalnya, tiba-tiba ketika gue nonton Fullhouse dulu, gue pengen kayak Han Ji Eun yaitu jadi penulis novel atau naskah!!!! Gue pengen punya rumah kayak rumah-rumah yang ada di fiksi, Alice: Boy in Wonderland-nya Jonghyun, lake house ala-ala Ilmare. Gue jadi suka bunga gara-gara gue nonton Goblin dan pengen nanem buckwheat di halaman rumah gue sampe akhirnya gue nyari bibit tanamannya dan cara nanemnya, dan ternyata hasilnya gue gak dapet bibitnya karena udah abis. Gue masih nyari lagi! takutnya juga ga bisa gue tanem gitu aja karena di Indonesia kayaknya hampir ga ada ladang buckwheat deh.

Kalau dalam hal apparel atau fashion gue rada give up! karena udah harganya selangit, kadang brandnya ga dijual bebas di pasaran alias cuma ada di negaranya aja. Kayak sepatu Veja yang dipake Gong Hyo Jin di Jealousy Incarnate.

Well, that's why I sometimes hate myself because I tend to do the stupid things instead, like buying Jansport's bag cost me almost a million.

Hahaha... Do I look like Ji Eun Tak now?
Share:

Monday, 22 August 2016

What's on your playlist?

Well, kalian pernah gak suka atau kagum sama cowok karena playlistnya?

Mungkin kedengerannya cheeky banget tapi gue adalah orang yang suka menilai orang dari playlist lagu dia. Emang sih gak baik menilai orang dari luarnya aja apalagi cuman dari playlistnya, How come playlist tell someone's personality? But, for me, It works.

Gue punya pemikiran kalau lagu yang sering seseorang dengarkan kurang lebih menceritakan tentang orang tersebut, seenggaknya gambaran dari orang tersebut seperti apa. Karena setiap lagu maupun genre menggambarkan seperti apa sosok pendengarnya. Disini bukan berarti penampilan yaaaa, tapi lebih kepada kepribadiannya. Bukan kepribadian yang bisa kita lihat gitu aja, kadang lebih dalam lagi yang terkadang mungkin unpredictable atau unbelievable. Bisa jadi playlist atau lagu yang didengarkan seseorang menggambarkan moodnya kala itu atau merubah moodnya. What I'm trying to say is, playlist can tell who you are or what is in your mind or what mood are you in.

Gue pengen suatu hari nanti ketemu sama orang yang karena playlistnya bikin gue kagum sama dia. Karena orang itu almost impossible bagi gue (sepertinya) di kehidupan gue yang fana ini.

Semoga dia jodoh gue #ea..
Share: