Well, I know it's a bit embarassing, but I've got an idea to write right after I'm home. This will be in Bahasa. Call it whatever you want, poet, poem or just words. I think a lot of things today about anything. When I'm alone, I think, I think and only think.
. . . . . .
Seperti layaknya sebuah stasiun
Kau mungkin hanya salah satu persinggahan kereta
Karena kereta tidak hanya singgah di satu stasiun saja
Dan kereta tidak akan singgah terlalu lama di sebuah stasiun
Kecuali kau adalah stasiun pemberhentian terakhir
Tempat gerbong-gerbong itu beristirahat menantikan fajar
Sayang kau hanya stasiun biasa
Kau hanya bisa menunggu kereta datang...
Datang dan pergi sesuka hati mereka
Dan kau akan selalu menerima mereka
Loncengmu akan berdenting nyaring
Menyambut kereta kegirangan
Dalam hitungan detik
Kereta pun berlari menjauhimu
Dan kau akan terus menunggu sampai dia kembali kepadamu
Karena kau tahu, stasiun biasa sepertimu
hanya bisa menunggu
menunggu dan menunggu...
