It has been a long time since Goblin as I can remember, stuck in a limbo, I don't have any desire to watch the ongoing drama and prefer to watch the old ones. Like, Goblin left me behind with all my appetite for drama, new drama. Goblin, well said, maybe my most favorite drama for a decade. There is no such thing like Goblin. The story line, the feeling, the atmosphere, the actors, the OSTs, all entire episodes of Goblin left me with hangover. Hangover for Goblin. I want more Goblin but I think, one Goblin must be enough for me, for us who like korean drama. Goblin is one of a kind. And then, I decided burry Goblin deep inside my heart to welcome the new one, however, move on is not an easy task to do. It tooks years maybe for Goblin to rest in peace in our heart. Like the OSTs still remain in our playlist in our hearing, like a lullaby, accompany sleep.
Showing posts with label writing. Show all posts
Showing posts with label writing. Show all posts
Monday, 17 April 2017
Wednesday, 5 April 2017
skådespelare
Aku merasa menjadi aktor di dunia ini. Mungkin memang benar, dunia adalah panggung sandiwara dan kita semua atau mungkin sebagian memang berperan menjadi tokoh yang kita inginkan maupun tokoh yang sama sekali tidak kita inginkan bahkan tokoh yang mungkin dipilihkan oleh orang lain untuk kita. Sutradara? Mungkin ada juga sutradara dalam setiap drama yang kita mainkan setiap harinya. Sutradara yang paling pasti adalah Tuhan.
Tuesday, 4 April 2017
/'ɔ:lməʊst 'sɪtɪ/
Gue mau cerita!!! karena memang udah lama banget sepertinya sejak gue nulis terakhir kali. Ini mengenai sebuah nama dan takdir yang dibawanya.
Dahulu kala, lahirlah anak perempuan disebuah desa yang tidak mau disebutkan namanya, dia adalah anak pertama dari sepasang suami istri. Di desa yang tanpa nama tersebut, anak itu hendak diberi nama. Seperti halnya di kota-kota besar, di desa tersebut juga ada beberapa nama yang populer. Para saudara sang ibu pun mengusulkan nama yang populer tersebut pada si ibu yang ingin menamakan putri kecilnya tersebut. "Namai saja dia City". Sang ibu pun berkata. "Saya tidak mau ah! kamu tahu berapa orang di desa ini yang namanya City?". "Saya mau namai dia Princess saja".
Sejak saat itu, bayi tanpa nama tersebut pun akhirnya memiliki nama, yaitu Princess. Dibanding nama Siti yang sudah macam garam di lautan di desa tersebut. Putri akhirnya beranjak dewasa dan pindah ke kota besar yang juga tak mau disebutkan namanya. Berceritalah Putri kepada teman yang sebut saja namanya Lily, bahwa dia hampir saja dulu dinamai Siti. Almost City.
Tuesday, 17 January 2017
[Kezel]eo
Cast:
- Juliana Andromeda
- Leo Putra Antariksa
- Kareen Putri Antariksa
[Berlari sekuat tenaga untuk menggapai
mesin absent, tiba-tiba...]
J: Aduh!...Kaki gue...! Yaaah telat lagi gue!
[Berjalan perlahan masuk ke kelas sambil meringis menahan sakit di telapak kaki kanannya]
K: Jul, lo kenapa kok jalannya pincang gitu?
J: Ngejar absent Kar, absent ga dapet kaki gue jadi korban.
K: Itu mendingan diurut langsung deh, takutnya nanti kalo dibiarin kelamaan bakal sakit.
J: Udah gapapa kok Kar, gue bisa tahan kkm cuma gini doang nanti gue kasih zambuk juga sembuh.
K: Gue pernah kayak gitu Jul, dan gue biarin aja. Pas diurut sakiiiiit banget sumpah. Udah lo pulang aja gih.
J: Gausah Kar, beneran nanti juga enakan. Nanti pulang baru gue urut. Kalo gue ga masuk kelas Pak Lukas hari ini. Bisa di pecat jadi mahasiswa gue. Lo tau kan absent gue udah melebihi quota.
K: Jangan dipaksain tapi Jul. Kalo sakit lo balik aja ya. Okay?
J: Iya, Kar. Eh Pak Lukas udah dateng, balik gih ke meja lo.
Jam Pulang.
K: Tuh kan gue bilang apa, bengkak kan Juliana Kavaro! Batu sih gue bilangin.
J: Hehehe, gue kira bakal sembuh Kar, orang cuma kepletet doang. Ternyata jadi bengkak gini. Tapi gapapa kok, gue urut nanti sama Bu Sati juga pasti sembuh, Kar.
K: Tapi cara lo pulang gimana? Motor lo? Gak, gak bisa! Lo gak bisa bawa motor dengan kaki begitu yang ada nanti lo ga bener bawanya dan marah tambah parah. Duuh, gimana ya? Gue gak bisa antar jemput lo pake mobil gue, besok gue udah cuti kuliah.
J: Hah cuti kuliah? Lah mau ngapain Kar? Kok lo gak pernah cerita?
K: Hehehe, gue mau keluar kota nih, ada penelitian gitu dari eskul sains. Lumayan nambah-nambah portofolio buat skripsi hehe. Gue lupa kasih tau lo. Maaf ya gue gak sempet.
J: Ya gapapa, Kar. Lo ati-ati ya! Jangan kelamaan cuti. Nanti keenakan! Inget skripsi.
K: Haha iyaaa.. Btw, selama gue cuti, gue bakal minta abang gue buay antat jemput lo ya. Ok? Lagian dia gak ngapa-ngapain juga dirumah. Lagi liburan kuliah dia. Okay? Deal.
J: Kar, apaan sih? Lebay banget lo ah, lagian gak enak sama abang lo, gue aja gak kenal sama dia. Beneran lo ga usah ngurusin gue Kar. Gue bisa sendiri
K: Eeeh.. Gal boleh nolak! Gue udah bilang abang gue kok. Ini wasapnya udah ke sent.
J: Hah? Serius? Kar! Jangan gitu. Gue gak mau ngerepotin siapa-siapa lagian ini juga cuma kepletot biasa sih.
K: Mana kunci motor lo?
J: Nih! (Sambil nunjukin kunci motor maticnya)
K: (dengan segera mengambil kunci dari tangan Julian) Gue yanh bawa motor lo ke rumah ya.. Dadaaaah! Lo tunggu sini, 5 menit lagi abang gue ngampe.
J: Kareen! Apaan sih! KAAR!!
Sunday, 1 January 2017
Things that I want to do and Places I want to visit
on January 01, 2017
in around, issues, ketan item, mesir, paris, private, Tan, the world, travelling, writing
with
No comments
Gue mau bikin draft aja karena sekarang gue lagi di McD yang kayaknya mau tutup cuma gue lagi ada mood banget buat nulis. Judulnya mellow banget dan terkesan biasa, dan gue pikir ini sih kayak tulisan anak TK nantinya, cuma I just want to keep reminding myself about who I am and what the most things I want to do and places I want to visit, mungkin aja suatu saat nanti pas gue iseng-iseng liat blog ini *kalau masih ada juga blognya" gue bisa baca sambil senyum-senyum sendiri and wondering how pathetic I was or I am.
Well, gue sangat suka banget sama lagunya Keane yang "Somewhere Only We Know" dan sampai sekarang gue lagi mencari "Somewhere" dan "We" nya namun belum dapet-dapet, you know what I mean kan. Ada banyaaaak banget tempat yang pengen gue kunjungi dan hal yang mau gue lakukan sebagai manusia normal yang banyak mau. Cuma, karena keterbatasan biaya dan waktu, semua itu cuma mengangan-angan di langit-langit kamar gue. Cuma gue pendem sendiri dan kadang cuma gue pikirin atau gak gue usir jauh-jauh dari pikiran gue supaya gue gak terlalu banyak pikiran dan gue cuma bersyukur aja gue udah hidup di dunia ini dengan segala yang terpenuhi dengan baik oleh Allah SWT, dengan mamah yang sayangnya gak ada putus-putusnya sama gue, temen-temen di sekeliling gue dan orang-orang yang membenci gue. Gue bersyukur akan semuanya yang terjadi dan akan terjadi di hidup gue yang fana ini. Intermezzonya panjang ya as always.
Well, gue sangat suka banget sama lagunya Keane yang "Somewhere Only We Know" dan sampai sekarang gue lagi mencari "Somewhere" dan "We" nya namun belum dapet-dapet, you know what I mean kan. Ada banyaaaak banget tempat yang pengen gue kunjungi dan hal yang mau gue lakukan sebagai manusia normal yang banyak mau. Cuma, karena keterbatasan biaya dan waktu, semua itu cuma mengangan-angan di langit-langit kamar gue. Cuma gue pendem sendiri dan kadang cuma gue pikirin atau gak gue usir jauh-jauh dari pikiran gue supaya gue gak terlalu banyak pikiran dan gue cuma bersyukur aja gue udah hidup di dunia ini dengan segala yang terpenuhi dengan baik oleh Allah SWT, dengan mamah yang sayangnya gak ada putus-putusnya sama gue, temen-temen di sekeliling gue dan orang-orang yang membenci gue. Gue bersyukur akan semuanya yang terjadi dan akan terjadi di hidup gue yang fana ini. Intermezzonya panjang ya as always.
NYE for me
on January 01, 2017
in Fiction, Goblin, issues, ketan item, kpop, myself, nye, private, Shinigami, SNS, Social Media, soundtrack, Tan, writing
with
No comments
Well, seiring berjalannya waktu, ketika lo merasa bahwa cuma waktu aja yang berjalan sedangkan lo tetap berdiri di tempat yang sama, tak berubah sedikitpun kecuali bertambah tua, mau pergantian hari, minggu, bulan maupun tahun rasanya bukan sebuah hal yang lagi special buat lo. Melainkan sama halnya seperti saat lo menarik napas. Lo sudah terbiasa yang bahkan gak sadar setiap kali lo menarik napas. Begitulah yang gue rasain kurang lebih sejak gak tau kapan, yang jelas semua berubah. Gue cuma bisa melihat warna hitam, putih, dan juga abu-abu sekarang ini. Padahal dunia penuh dengan warna-warni yang bahkan lo gak tau nama semua warna di dunia ini, sampai novel yang lo baca memberi tahu lo ada warna "English Lavender", you never know before and maybe you will never know at all.
Hidup ini bagi gue sekarang semudah menarik nafas dan mengeluarkannya, gue merasa "tau-tau udah Senin", "tau-tau udah malem", "tau-tau gue udah semester 5" ,"tau-tau gue udah nikah(mungkin". Well, gue gak terlalu pay attention sama hal-hal di hidup gue kecuali 3 hal, Waktu gue bangun, waktu yang gue habiskan sama orang disekitar gue dan walktu gue kembali untuk tidur. Tiga hal reguler yang selalu dan setiap hari gue lakukan. Ketika gue bangun, dan itu kesiangan, gue realize banyak waktu yang akan kebuang sia-sia, kemungkinan buat telat, macet dan lain sebagainya akan mengikuti dibelakangnya. Saat gue dirumah, sebisa mungkin gue pengen banget berasa kalo gue ada dirumah, komunikasi sama mamah, sama semua orang rumah, tapi tetep aja gue pasti lebih banyak menghabiskan waktu buat diri gue sendiri and I know how selfish I am. Gue kadang ignore orang rumah kalo lagi dirumah, gue itu ya begitu.
Gue pernah nyesel senyesel-nyeselnya dulu, gue inget gue sering ignore bokap gue kalo ngelongok gue dari pintu kamar gue, dan sekarang gue cuma bisa nyesel. Gue gak mau hal ini kejadian lagi, cuma gue tetep dititik yang sama sampai sekarang, selfish. Gue terlalu menikmati hidup dan kehidupan gue sendiri sampai-sampai gue gak engeh dengan orang-orang sekitar gue yang merupakan "kehidupan" gue sesungguhnya. Gue gak ngerti cara jalanin hidup menjadi "manusia yang pada umumnya" and in the end, I just found out myself back on my own gadget or laptop in my bedroom. No talking, just sat in front of it until I have to go back to sleep again.
Gue sebenernya pengen banget punya kegiatan diluar kamar gue, sama nyokap gue ngobrol, sama kakak-kakak gue dan keponakan-keponakan gue. Cuma, gue running out the time I guess. Gue bangun udah siang, nyokap udah selesai berkebun, keponakan gue yang gede udah berangkat sekolah dan yang kecil kadang ada kadang pergi sama ibunya dan kadang main ke tetangga, dan lagi gue telat, gue kehabisan waktu. Gue lalu cuma bisa menyesali kenapa gue buang pagi gue sia-sia dan gue cuma bisa menyesal, tiap harinya. Waktu gue sama nyokap yang benar-benar full adalah pas gue beranjak tidur, dan itupun kepotong juga karena biasanya nyokap udah tidur duluan dan gue? masih berkutat sama laptop gue dan akhirnya pagi yang sama pun terulang kembali, setiap harinya.
Kapan ya, gue bisa merubah kebiasaan ini, kapan dan gimana caranya? gue padahl lebih banyak ngabisin waktu diluar rumah dan ketika dirumah, gue layaknya orang yang ngekost, cuma numpang tidur doang. Gue berkali-kali bilang sama diri gue sendiri, gue harus berubah sebelum terlambat, terlambat? gue udah terlambat. But, gue at least try to do something recently. Trying to understand my mom with gardening, yeah, It kinda works for me. At least for now, when I am in holiday, NYE holiday to be exact. I bought some seeds online and well, It works, for now, and I hope it will work for sure. Gue gak berharap banyak, gue pengen punya hal yang bisa gue share bareng mamah, gue pengen bisa memulai pembicaraan sama mamah, nanya ini itu sama mamah, dan lain sebagainya sama mamah. I hope it will work, this kind of things, I will do my best. Gue pengen kebun mamah bukan cuma dihiasi pepohonan mamah dan bapak tapi gue ada pohon gue disana.
Edisi curhatnya ini bakal gue tutup sama lagu kesukaan gue saat ini, arti liriknya aja ya, karena lagu ini bagus banget dan merupakan ost dari Goblin.
Here they are:
Hidup ini bagi gue sekarang semudah menarik nafas dan mengeluarkannya, gue merasa "tau-tau udah Senin", "tau-tau udah malem", "tau-tau gue udah semester 5" ,"tau-tau gue udah nikah(mungkin". Well, gue gak terlalu pay attention sama hal-hal di hidup gue kecuali 3 hal, Waktu gue bangun, waktu yang gue habiskan sama orang disekitar gue dan walktu gue kembali untuk tidur. Tiga hal reguler yang selalu dan setiap hari gue lakukan. Ketika gue bangun, dan itu kesiangan, gue realize banyak waktu yang akan kebuang sia-sia, kemungkinan buat telat, macet dan lain sebagainya akan mengikuti dibelakangnya. Saat gue dirumah, sebisa mungkin gue pengen banget berasa kalo gue ada dirumah, komunikasi sama mamah, sama semua orang rumah, tapi tetep aja gue pasti lebih banyak menghabiskan waktu buat diri gue sendiri and I know how selfish I am. Gue kadang ignore orang rumah kalo lagi dirumah, gue itu ya begitu.
Gue pernah nyesel senyesel-nyeselnya dulu, gue inget gue sering ignore bokap gue kalo ngelongok gue dari pintu kamar gue, dan sekarang gue cuma bisa nyesel. Gue gak mau hal ini kejadian lagi, cuma gue tetep dititik yang sama sampai sekarang, selfish. Gue terlalu menikmati hidup dan kehidupan gue sendiri sampai-sampai gue gak engeh dengan orang-orang sekitar gue yang merupakan "kehidupan" gue sesungguhnya. Gue gak ngerti cara jalanin hidup menjadi "manusia yang pada umumnya" and in the end, I just found out myself back on my own gadget or laptop in my bedroom. No talking, just sat in front of it until I have to go back to sleep again.
Gue sebenernya pengen banget punya kegiatan diluar kamar gue, sama nyokap gue ngobrol, sama kakak-kakak gue dan keponakan-keponakan gue. Cuma, gue running out the time I guess. Gue bangun udah siang, nyokap udah selesai berkebun, keponakan gue yang gede udah berangkat sekolah dan yang kecil kadang ada kadang pergi sama ibunya dan kadang main ke tetangga, dan lagi gue telat, gue kehabisan waktu. Gue lalu cuma bisa menyesali kenapa gue buang pagi gue sia-sia dan gue cuma bisa menyesal, tiap harinya. Waktu gue sama nyokap yang benar-benar full adalah pas gue beranjak tidur, dan itupun kepotong juga karena biasanya nyokap udah tidur duluan dan gue? masih berkutat sama laptop gue dan akhirnya pagi yang sama pun terulang kembali, setiap harinya.
Kapan ya, gue bisa merubah kebiasaan ini, kapan dan gimana caranya? gue padahl lebih banyak ngabisin waktu diluar rumah dan ketika dirumah, gue layaknya orang yang ngekost, cuma numpang tidur doang. Gue berkali-kali bilang sama diri gue sendiri, gue harus berubah sebelum terlambat, terlambat? gue udah terlambat. But, gue at least try to do something recently. Trying to understand my mom with gardening, yeah, It kinda works for me. At least for now, when I am in holiday, NYE holiday to be exact. I bought some seeds online and well, It works, for now, and I hope it will work for sure. Gue gak berharap banyak, gue pengen punya hal yang bisa gue share bareng mamah, gue pengen bisa memulai pembicaraan sama mamah, nanya ini itu sama mamah, dan lain sebagainya sama mamah. I hope it will work, this kind of things, I will do my best. Gue pengen kebun mamah bukan cuma dihiasi pepohonan mamah dan bapak tapi gue ada pohon gue disana.
Edisi curhatnya ini bakal gue tutup sama lagu kesukaan gue saat ini, arti liriknya aja ya, karena lagu ini bagus banget dan merupakan ost dari Goblin.
Here they are:
Tuesday, 27 September 2016
Tugas Writing Anak Bahasa Inggris vs Anak ICAS
Jujur kacang ijo, gue sebagai anak bahasa, yaitu bahasa Inggris sebenernya mau ngeposting ini. Tapi gak apa-apa deh, namanya juga masih belajar, toh gak ada salahnya. Selama kita masih mahasiswa atau pelajar katanya kalau salah gak apa-apa, padahal mah kalo salah ya salah aja. Matkul semester ini lebih banyak teori dari dosennya ketimbang kerja kelompok yang menurut gue gak mutu, kenapa? coz I hate it, It's like wasting our precious time. Mahasiswa sambil nguli mah gini, weekend itu berharga banget buat ngelurusin kaki barang sejam duajam. Tapi karena kadang tuntutan satu matkul, kaki belom sampe lurus eeeh udah harus pergi melanglang buana lagi ke ganasnya jalanan buat kerja "kelompok" which is not all of the members do it, just two or more, and the rest just sit round and pluck blackberries. Gue juga termasuk yang begitu, karena menurut gue kerja kelompok itu gak efektif, apalagi kalo soal buat makalah sama ppt, gak mungkin semuanya ngerjain, apalagi kalo laptop cuma 1 hihihi..
Gue bukan mau curcol sih, cuma pas aja momennya buat ngungkapin unek-unek. Setiap kerja kelompok gue inget si Hong Seol (Cheese In The Trap) haha, gue sih kadang merasa jadi dia kadang merasa jadi temen-temennya, tergantung matkul apa. Well, yang jelas, gue harap gue gak sering-sering dapet tugas kelompok, or so, seenggaknya dapet tugas yang emang bisa dan seharusnya dikerjakan dengan kelompok. Gak kayak semester lalu (curhat lagi), kerja kelompok tapi materinya gak sama sekali kita kuasain dan emang gak cocok aja buat dijadiin kerja kelompok. Walau kita ada buku, kalo materi itu gak di "sederhanakan" ulang oleh dosen, gue rasa siapapun akan bertanya-tanya dan alhasil itu matkul paling absurd karena menurut dosen gue yang lain, matkul itu juga harusnya gak buat presentasi!!!!! sebut aja matkulnya "English Phonology". Mudah-mudahan nanti kalo, misalkan, misalnya, seandainya aja gue jadi guru atau dosen, gue bisa memilih mana yang dapat dipresentasikan dan mana yang tidak.
Nah, sekian curhatmezzo yang keliwat panjang ini, sekarang back to judul awal, tugas writing!!!!!! Yep, di semester 5 gue dapet matkul Writing 2. Beda sama Writing 1, Writing 2 ini gue lebih nangkep dan lebih banyak prakteknya. Gue suka sama dosennya, semoga gue lancar-lancar aja ngejalanin matkul ini, aamiin~
Gue bukan mau curcol sih, cuma pas aja momennya buat ngungkapin unek-unek. Setiap kerja kelompok gue inget si Hong Seol (Cheese In The Trap) haha, gue sih kadang merasa jadi dia kadang merasa jadi temen-temennya, tergantung matkul apa. Well, yang jelas, gue harap gue gak sering-sering dapet tugas kelompok, or so, seenggaknya dapet tugas yang emang bisa dan seharusnya dikerjakan dengan kelompok. Gak kayak semester lalu (curhat lagi), kerja kelompok tapi materinya gak sama sekali kita kuasain dan emang gak cocok aja buat dijadiin kerja kelompok. Walau kita ada buku, kalo materi itu gak di "sederhanakan" ulang oleh dosen, gue rasa siapapun akan bertanya-tanya dan alhasil itu matkul paling absurd karena menurut dosen gue yang lain, matkul itu juga harusnya gak buat presentasi!!!!! sebut aja matkulnya "English Phonology". Mudah-mudahan nanti kalo, misalkan, misalnya, seandainya aja gue jadi guru atau dosen, gue bisa memilih mana yang dapat dipresentasikan dan mana yang tidak.
Nah, sekian curhatmezzo yang keliwat panjang ini, sekarang back to judul awal, tugas writing!!!!!! Yep, di semester 5 gue dapet matkul Writing 2. Beda sama Writing 1, Writing 2 ini gue lebih nangkep dan lebih banyak prakteknya. Gue suka sama dosennya, semoga gue lancar-lancar aja ngejalanin matkul ini, aamiin~
Monday, 22 August 2016
What's on your playlist?
Well, kalian pernah gak suka atau kagum sama cowok karena playlistnya?
Mungkin kedengerannya cheeky banget tapi gue adalah orang yang suka menilai orang dari playlist lagu dia. Emang sih gak baik menilai orang dari luarnya aja apalagi cuman dari playlistnya, How come playlist tell someone's personality? But, for me, It works.
Gue punya pemikiran kalau lagu yang sering seseorang dengarkan kurang lebih menceritakan tentang orang tersebut, seenggaknya gambaran dari orang tersebut seperti apa. Karena setiap lagu maupun genre menggambarkan seperti apa sosok pendengarnya. Disini bukan berarti penampilan yaaaa, tapi lebih kepada kepribadiannya. Bukan kepribadian yang bisa kita lihat gitu aja, kadang lebih dalam lagi yang terkadang mungkin unpredictable atau unbelievable. Bisa jadi playlist atau lagu yang didengarkan seseorang menggambarkan moodnya kala itu atau merubah moodnya. What I'm trying to say is, playlist can tell who you are or what is in your mind or what mood are you in.
Gue pengen suatu hari nanti ketemu sama orang yang karena playlistnya bikin gue kagum sama dia. Karena orang itu almost impossible bagi gue (sepertinya) di kehidupan gue yang fana ini.
Semoga dia jodoh gue #ea..
Mungkin kedengerannya cheeky banget tapi gue adalah orang yang suka menilai orang dari playlist lagu dia. Emang sih gak baik menilai orang dari luarnya aja apalagi cuman dari playlistnya, How come playlist tell someone's personality? But, for me, It works.
Gue punya pemikiran kalau lagu yang sering seseorang dengarkan kurang lebih menceritakan tentang orang tersebut, seenggaknya gambaran dari orang tersebut seperti apa. Karena setiap lagu maupun genre menggambarkan seperti apa sosok pendengarnya. Disini bukan berarti penampilan yaaaa, tapi lebih kepada kepribadiannya. Bukan kepribadian yang bisa kita lihat gitu aja, kadang lebih dalam lagi yang terkadang mungkin unpredictable atau unbelievable. Bisa jadi playlist atau lagu yang didengarkan seseorang menggambarkan moodnya kala itu atau merubah moodnya. What I'm trying to say is, playlist can tell who you are or what is in your mind or what mood are you in.
Gue pengen suatu hari nanti ketemu sama orang yang karena playlistnya bikin gue kagum sama dia. Karena orang itu almost impossible bagi gue (sepertinya) di kehidupan gue yang fana ini.
Semoga dia jodoh gue #ea..
Saturday, 16 July 2016
Gloomy day in my fiction life
on July 16, 2016
in fiction, film, GLOOMY, gloomy day, life, movie, my fiction life, myself, synopsis, Tan, writing
with
No comments
Tum Hi Ho.. Meri aashiqui abh tum hi ho..
Waha! Kenapa gue jadi melow dan mengindia gini. Well, tbh, sejak kecil gue memang diberi asupan film India karena memang dulu jamannya. My Indian style in movie kayak Kal Ho Na Ho, Kabhi Alvida Naa Kehna, Kabhi Khushi Kabhie Gham, Mohabbatein, Dilwale Dulhaniya Le Jayenge, Veer-Zaara, Ashoka, Har Dil Jo Pyar Karega, Aśhoka etc.
Barusan gue nonton Aashiqui 2 daaaaaaaaan.. Pecahlah air mata gue. I've known this previous version of Aashiqui before but never watch it. Gue juga udah beberapa hari ini sejak sekitar 2 minggu atau sebulan lalu dengerin soundtracknya yang judulnya Tum Hi Ho dan Meri Aashiqui. Akhirnya gue nonton yang Aashiqui 2 (2013) karena yang 1990 kelihatannya jadul banget. Sepanjang movie gue terhibur banget sama semua OSTnya yang adem banget. Mengingatkan gue pas gue denger theme songnya Kal Ho Na Ho pas ending yang bikin tenang sekaligus bikin sedih.
I like this kind of movie. Sad and tragic one. Gue suka ending yang bikin banjir air mata yang buat kita bertanya "Kenapa?.."

Gue kira mereka end up together but in fact ya gitu deh..
Love it a lot.
Tuesday, 8 December 2015
Writing sucks!
on December 08, 2015
in Fiction, ketan item, private, suck, Tan, writing, writingissuck
with
No comments

Well, what the hell is going on with me and the word "Writing"?
Nothing's going on. That's why I said "Writing is suck!". It also means I'm suck in writing. Why? because deep down inside my heart I love writing but in the other hand, I don't know what to write and how to start writing. I'm afraid people won't like my writing. Well, Who cares???
I write for myself and I don't care about what people think about what the hell I wrote.
Friday, 7 February 2014
Ini lanjutan dari cerita yang lalu (sepertinya)
Ya, saya rasanya mau melajutkan cerita kemarin yang saya tulis disini. Semalem ceritanya keluarga saya sedang berbincang-bincang senang sehabis maghrib daaaan lagi-lagi saya di hadapkan dengan cerita meisterius saya tersebut.
jadi intinya yang saya tangkap sih. Saya KEJANG-KEJANG. tak tahu ayan atau apa namun sepertinya lebih kepada kerasukan jin, toh sampai saya di rukiyah katanya (bukan kuchiki rukiah ya). yaa begitulah yang dapat saya simpulkan. Karena orang rumah juga tak pernah menjelaskan secara gamblang akurat dan terpercaya kepada saya yaaa jadi saya simpulkanlah demikian. Yaah yang saya bingung itu saya sama sekali tidak ingat apa-apa sebelum kejadian dan ketika kejadian itu berlangsung. Apa seperti itu kah jika jika kerasukan jin? hmm, saya tak tahu dan tak mau tahu. Dan saya harap ke depannya saya tak mengalami hal-hal seperti itu lagi.
yaa cukup sekian lanjutan dari cerita saya, memang mungkin tidak bermanfaat bagi siapapun namun ini hanya saya jadikan diary online saya saja. agar saya kelak tak lupa tentang kejadian-kejadian penting yang terjadi dalam hidup saya yang singkat ini.
#daritadibahasasayasangatformalyaahahahaha kurang lebihnya mohon maaf dan Wassalam..
Wednesday, 5 February 2014
Sepenggal kisah tak terungkap
Jadi begini ceritanya…


