Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Friday, 2 June 2017

Killer Cats


Mungkin 13 Reasons Why gue salah satunya adalah kedua kucing itu. Demi apapun, rumah gue udah gak seperti dulu lagi ketika masih ada Bapak. Semuanya sudah berubah, mereka yang pegang kendali. Mereka, kedua kucing kakak beradik itu. Entah sejak kapan gue jadi benci ketika melihat kucing itu. Mungkin sejak salah satu dari mereka poop diatas kaki gue ketika tidur? tidak juga. Atau ketika mereka mengganggu makanan-makanan gue di atas meja? maybe. Tapi yang pasti, gue yang dulu pecinta kucing sudah hilang. Diganti dengan gue yang selalu histeris bila berada di dekat kucing. Gue bingung dengan perubahan drastis ini dan gak pernah ada maksud buat mengeluarkan kucing dari daftar hewan kesukaan gue. Gak pernah gue niat sekalipun, cuma kalau dipicu tiap hari rasa benci itu jadi muncul sendiri tanpa permisi.

Mereka kucing pembunuh! kucing yang seharusnya jadi hewan paling disayang seantero dunia harusnya tidak menyebabkan bencana besar seperti ini! Mereka harusnya duduk di sofa leyeh-leyeh bukannya berlarian kesana kemari, memecahkan segala yang ada di rumah itu dan bikin kegaduhan! Mereka kucing pembunuh, mungkin saja mereka memang hadir berkonspirasi menuntut balas akan ibu mereka yang terpaksa dibuang karena memiliki penyakit yang mematikan. Total revenge.
Lalu misi mereka sebenarnya mungkin... total revenge!

When I like you it's total revenge
I want to but I can pretend
That I don't need to be
By your side again

Wrap me up in a plastic case
Pat me down with your warm embrace
I wanna know where you lay your face at night
For all these years

You're a problem that I can't abide
I could sleep well if only I tried
But I stay up and dream of a bride to be
Oh me, oh my

Give it up, I can't wait no more
I am stuck on your bedroom floor
With the thought that I may not be
As great as those that came before

There's a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat

But maybe, I can show you, baby
Maybe, I can relax for good
Whoa, baby, I can show you
Maybe, baby

There's a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat

And he charges by the tear
Till I weep no more strictly out of fear
That I can't afford your love
And the moon just burns above, okay

Penulis lagu: Max Bemis
Lirik Total Revenge © Sony/ATV Music Publishing LLC
Artis: Say Anything
Album: ...Is a Real Boy
Dirilis: 2004
Genre: Punk

Source: google.com 
Share:

Friday, 19 May 2017

Bang!


Seiring berjalannya waktu ditambah dunia yang berputar tidak hentinya menyebabkan pergeseran makna dan rasa yang terkandung dalam sebuah kata. Dahulu ketika gue kecil, yang entah itu kapan, gue selalu menganggap semua hari asyik. Terutama hari minggu, yaa mungkin karena ada pengaruh sugesti dari lagu "Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota..." jadi gue yang masih polos itu dulu selalu mengagung-agungkan hari Minggu.

Setelah gue mulai agak besaran, namun tidak sebesar sekarang, dan merupakan side effect dari lagunya Marshanda yang berjudul "Kisah Sedih di Hari Minggu" perlahan gue jadi biasa aja sama hari minggu dan itu terbawa sampai sekarang gue rasa. Hari minggu itu boleh dikatakan pre-monday, yang biasa disalah-artikan menjadi pere mandi aka gak mandi. Yang merupakan awal dari sebuah hari Senin, hari yang lumayan angker bagi orang jaman sekarang, terutama para penikmat social media account seperti pet, instegrem en fesbuk.

Gue putuskan semenjak kenal sama *PHJ, hari yang paling gue suka adalah hari Jumat atau Friday. Hari dimana para lelaki menjadi ganteng karena Sholat Jumat dan jam istirahat otomatis memanjang sendiri dari 30 menit menjadi selamanya! SE LA MA NYA! Hari Jumat juga merupakan hari jajan sedunia ketika kantor gue masih dibilangan Setiabudi, Menara Paling kece sesetiabudi yaitu MK aka Menara Kuningan.

Semenjak pindah ke Fatmawati, which is famous for the bad traffic jam, there is no hope for me to feel such a feeling for Friday like in MK. Makanan susah, indomart jauh, serba gak ada disini, terisolasi sama proyek MRT. Harus jalan berkilo-kilo meter hanya untuk beli Mie ayam, ke warteg harus jalan dulu, beli gorengan harus jalan dulu, mau ke kamar mandi harus naik kopaja.

Tapi, merupakan sebuah keajaiban di hari Jumat ini, tepat hari ini yaitu tadi jam 12an ketika gue dan temen gue memutuskan untuk melanglang buana mengitari Fatmawati demi mencari sesuap nasi, dan sebungkus gorengan, kami dengan gagahnya menemukan TUKANG BAKSO CUANKI lewat di depan kita yang abangnya semudian melengos masuk gang, bahkan tidak memberi kesempatan pada kami buat mengenal dirinya lebih dekat. Tidak menyerah, temen gue pun akhirnya tak kuasa untuk memanggil abangnya dengan sisa-sisa gelambir diperut kami yang bergetar disetiap langkah kami.

Satu kali panggilan "Bang!" rupanya hanya sanggup untuk membuat abang-abang yang tidak berkepentingan untuk menengok ke arah kami. Kami pun menolaknya dengan berat hati, dan mencoba kembali memanggil abang TUKANG CUANKI yang nampaknya masih diluar jangkauan kami.

Dia akhirnya menoleh, kami akhirnya dapat mencapainya. Tak kuasa menahan rindu akannya, kami pun langsung pesan 2. Namun setelah kami mengikrarkan pesanan tersebut, kami merasa sangat terkhianati sampai-sampai gelak tawa tidak terbendung lagi. Kami tahan dan kami tahu kami kuat, walau dada terasa sakit.

Kami pun pulang dengan membawa 2 bungkus kembang tahu dan berlalu meninggalkan abangnya sendiri di gang tersebut.

WhatsApp Image 2017-05-19 at 4.51.30 PM
*If you want to know more about PHJ, just keep on dreaming!
Share:

Tuesday, 8 December 2015

Wedding Fair (last chapter)

Grey
Grey Aria Lestari. Perpaduan wanita Jawa dan Manado-Inggris. Itu sebabnya ketika diriku lahir, kedua orang tuaku memberiku nama Grey, abu-abu. Ibuku Jawa tulen dengan kulit kecoklatan dan tipikal wanita Jawa yang anggun karena masih keturunan bangsawan keraton Solo katanya.
Ayahku kebalikannya, Tinggi berkulit putih dan memiliki postur tubuh orang luar negeri dan sedikit kaku tipikal orang Manado walaupun darah blasteran Inggrisnya hanya ia ambil sedikit dari kakekku.
Dengan latar belakang keluarga yang unik tersebut lahirlah aku, si abu-abu. Ya, ketika aku lahir ke dunia, kata mereka, kedua orang tuaku, diriku seperti berkulit abu-abu. Atau kalo istilahnya sebenarnya eksotis. Jadi mereka menamakanku Grey. Terlepas dari hidupku sekarang yang memang abu-abu. Itulah alasan orang tuaku menamakanku demikian. Namun, seiring waktu berjalan, penyakitku dan segala macam, kulit abu-abu eksotisku berubah menjadi pucat hari demi hari.
Note: Pengen banget bisa nyelesain ini cerita, cuma gue udah gatau lagi mau gimana. Endingnya cuma ada di pikiran gue doang, gak bisa gue keluarin. Biarlah, biar menjadi bagian dari cerita-cerita lain yang gue ciptakan di otak gue. Dibuang sayang jadi di publish ada apanya aja.
Share:

Thursday, 15 May 2014

AL[L]ONE (unspoken love) Prolog

Senja di kota Tokyo, matahari sore di musim panas mulai meredup menyisakan kehangatan dan berkas-berkas cahya indah dari arah barat. Menyinari bangunan-bangunan padat menjulang tinggi yang seakan berlomba untuk mendapat sinarnya, mencapai langit.
Tak luput oleh jangkauan sang matahari, sebuah balkon apartemen terbuka menyambut sisa-sisa kehangatan nan indah dan menyinari sampai ke bagian dalam apartemen tua nan monoton.
Terlihat seorang anak perempuan melipat kedua tangannya diatas teralis besi balkon yang berhiaskan tanaman rambat dan pot pohon kaktus dengan berbagai macam bentuk yang sepertinya disiram hanya sebulan sekali.
Ia sedikit berjinjit dan menumpukan dagu kecilnya itu sambil menatap kosong ke arah langit sore, merasakan kehangatan sinar matahari yang merasuki tubuhnya, terdiam mengabaikan sekelilingnya. Dalam balutan baju terusan lengan pendek selutut berwarna putih gading dan rambut hitam panjang yang lurus khas orang Jepang yang ia biarkan terurai namun tertata rapi walaupun hembusan angin menerpa wajah mungil dan poni rata yang mengganggu penglihatan mata kecilnya.
Arisa Miura
sudah hampir setahun ia selalu melakukan hal yang sama setiap harinya, yaitu berdiri di balkon apartemennya sambil menatap langit sore, menunggu kepulangan ibunya. Setelah ayah yang dicintainya pergi meninggalkannya akibat kecelakaan kerja.

Share:

Tuesday, 8 April 2014

Iseng-iseng bikin sinopsis Part 2


Entah mengapa gue suka ngejudulin pake part-part-an kayak cinta fitri aja. Baiklah langsung saja saya mau nulis sinopsis yang saya pikirkan dikepala, nanti keburu lupa lagi, here we go!

Referensi Judul : Wedding Fair

Cowok : Pernikahan batal, punya mimpi kawin muda sama ceweknya yang udah dia pacarin dari sejak SMP (sahabeut masa kecil ceritanya)

Sejak pernikahan yang udah dia rencanakan dengan sematang-matangnya batal karena secara gak langsung cewek yang selama ini ia pacari menolaknya ketika menyatakan proposal pernikahannya, dia jadi sering pergi ke pameran-pameran pernikahan atau wedding fair, sendirian. Sampai suatu ketika, takdir mempertemukannya dengan seorang wanita, wanita yang tak ia sangka 'akan' memiliki peran berarti untuk hidupnya kelak

Quote : Aku udah ngerasa mengenal dia seumur hidupku, namun ia belum merasa mengenalku seumur hidupnya.

Cewek : Tidak punya waktu banyak untuk memikirkan tentang pernikahan, karena penyakit yang ia derita, jadi ia suka datang ke Wedding Fair.

Pernikahan? untuk memikirkan hal itu saja, rasanya jadwal kemotherapyku terlalu padat untuk hanya memikirkan hal itu. Namun, untuk wedding fair? setidaknya aku bisa kabur sejenak dari Rumah Sakit yang baunya sudah sama dengan baju yang kukenakan ini hanya untuk pergi menghadirinya. Umurku sekarang sudah 20 tahun, bonus 4 tahun sejak dokter memvonis keberadaanku di dunia hanya sampai di angka 16, 4 tahun lalu, Namun dengan bonus tersebut, mengharapkan pernikahan rasanya hal yang sangat muluk sekali bagiku, yang sehari-harinya makan-tidur dirumah sakit. Kalau aku menikah, mau makan apa suamiku? masa makanan hambar yang aku makan? jangankan untuk memikirkan pernikahan, memikirkan tentang hari esok apakah aku masih berada di dunia ini atau tidak rasanya 'berlebihan' untukku. Sampai suatu ketika, kata-kata seandainya, bayang-bayang pernikahan, hadir di benakku, ketika kami berfoto bersama, ya 'kami'. Aku dan lelaki pertama dan terakhir yang membuatku untuk pertama kali dan terakhir kalinya memikirkan tentang 'pernikahan'.

to be continued...
Theme Song : Somewhere Only We Know (Lily Allen version)
Share:

Wednesday, 5 February 2014

Sepenggal kisah tak terungkap


Cie cie judulnya itu loh. Kesannya misterius abis. Ya, emang misterius abis. Bagi saya terutama, orang yang mengalaminya. Bukaaaan, ini bukan cerita misteri #cektanggalanbukanmalemjumatjuga yang pasti kejadian ini pernah saya alami sekitar beberapa tahun yang lalu, saya juga lupa tepatnya SD/SMP, kayaknya sih SMP, apa SD ya? Sudahlah saya menyerah!! Langsung saja saya ceritakan daripada saya lupa lagi apa yang mau saya ceritakan hehe.

Jadi begini ceritanya…

Share: