Showing posts with label teman. Show all posts
Showing posts with label teman. Show all posts

Thursday, 6 July 2017

Welcome to Depok!

Depok tuh isinya apa sih?
Kalau ditanya begitu gue sih simpel jawab, isinya orang, mall sama wisata kuliner hahaha, eh apartemen juga deh (mulai menjamur). Suburb kita yang paling deket dengan Jakarta dan Bogor ini emang bisa dibilang salah satu destinasi kuliner selain kota hujan Bogor. Pusatnya yaitu di Jalan Margonda, walau gak menutup kemungkinan di beberapa tempat selain Margonda ada tempat untuk menikmati wisata kuliner, tapi tetep tempat nongkrong anak Depok dan sekitarnya adalah Margonda. Karena dari ujung ke ujung segala jenis resto dan mall ada di Jalan Margonda.

Mulai dari Western, Korean, Traditional, Japanese, warung kopi semuanya hampir ada! Kalau mau jajan-jajan cantik ala pinggir jalan bisa juga melipir ke Stasiun Pondok Cina, juga kalau mau beli komik serta buku bekas ada di seberang stasiun deket dengan atau yang mau ke arah UI atau Universitas Indonesia. Hm~ gue juga bukan ahli tentang wisata sih cuma kalau sekedar tau mah tau hahaha.

Setelah beberapa bulan lalu gue sempet diajak wiskul ke Gondangdia - Cikini sama temen gue, sekarang gantian gue welcoming doi ke Depok. Yaitu tepatnya kemarin, Rabu tanggal 5 Juli 2017 pukul 17.00 Waktu Indonesia Bahagia. Gue yang bodohnya lupa punya janji nonton film Ponyo-nya Ghibli di Margo (Sebutan buat Margo City yaitu mall terbesar di Depok(?)) alhasil harus balik ambil motor gue di rumah temen dan minjem helm doi karena gue gak bawa 2 helm (I supposed to bring one more helmet for my friend :D)

Gue cabut dari kantor gue di daerah Ftmwt dan naik ojek online ke rumah temen gue buat ambil helm dan motor yang gue titip disana. Gue masih punya waktu karena jam masih menunjukan pukul 4 sore karena gue cabut dari kantor jam 3an (takut kena macet). Gue kebelet pipis akhirnya berakhir ke KFC dulu buat pipis dan langsung beli bensin buat motor gue. Kira-kira sekitar jam setengah 5an gue udah mantengin temen gue di Pocin, setelah sebelumnya gue mau beli es duren margando dulu tapi gajadi karena udah gerimis yang ke arah Bogor jadi gue puter balik.

Singkat cerita nyampe lah gue di St. Pocin (bukan saint pocin ya tapi stasiun) dan ingetlah gue punya aplikasi berguna dari KRL yang namanya KRL Access by PT. KAI Commuter Jabodetabek buat melacak posisi kereta dan juga melihat jadwal kereta, apalagi ya? banyak deh menunya liat aja nih SS-annya ya:

Ini beberapa aplikasi yang sering gue pakai buat kalau kemana-mana (pardon my wallpaper)

Ini tampak home ketika pertama gue buka appsnya 

Ini menu-menu yang bisa diakses di KRL Access

sama sih bedanya ada C-Traffic dan isinya nanti deh gue kasih tau di bawah

Ini buat setting account kita sama beberapa settingan yang lain seperti Time Estimation supaya kita tahu kapan kereta kita sampai dan ini akurat loh 

Ini buat liat posisi kereta yang mau kita naikin ada dimana, bisa kita cari stasiun kita berada dan nanti muncul deh deretan kereta yang akan sampai di stasiun tersebut

ini contohnya kereta-kerta yang akan singgah di stasiun pocin dan estimasi waktu kedatangannya

ini kalo gue klik salah satu jalur kereta yang mau gue kepoin, time estimationnya ini bener-bener akurat loh (norak)

ini kalo mau kepoin kereta kita kapan sampai bisa lansung masukin stasiun dimana kita berada dan jam keberangkatannya

nah yang demen komplain bisa curhat disini (gatau sih ditanggepin apa gak cuma coba aja deh)

mau kepoin harga tiket kereta kita disini

ini rute yang suka ada diatas pintu masuk kereta, kadang suka susah tuh buat liat ini karena tulisannya imut banget nah bisa liat disini aja, ini bisa di zoom kok

aslinya mah gini

kalian juga akan dikasih penjelasan kenapa kereta kalian gangguan disini yang tadi gue sempet mention diatas, jadi kalau yang kepo yaa liat aja trafficnya disini supaya gak worry haha.


Gue sedikit banyak terbantu dengan aplikasi ini karena gue bisa tau kapan kereta bakal dateng dan itu tepat banget! bahkan kalau ada gangguan infonya juga bakal muncul sendiri di notif hp gue.
Gue saranin bagi para anker buat download aplikasi gak berbayar ini alias gratissss.. eh apa anker udah pada punya? hahaha

Temen gue juga langsung install setelah gue kasih tau betapa ajaibnya aplikasi ini, walaupun yaa kalau di negara lain ini mah cuma kayak res-resan gorengan doang. Tapi gapapa namanya perubahan itu gak instan, cuma indomie yang instan :)

Note aja sih: Kita sebelum nonton memutuskan untuk makan dulu, karena Mujiage penuh akhirnya makan di Marugame Udon. Enyak~ Cold Udonnya dan bikin kenyang!
Share:

Friday, 19 May 2017

Bang!


Seiring berjalannya waktu ditambah dunia yang berputar tidak hentinya menyebabkan pergeseran makna dan rasa yang terkandung dalam sebuah kata. Dahulu ketika gue kecil, yang entah itu kapan, gue selalu menganggap semua hari asyik. Terutama hari minggu, yaa mungkin karena ada pengaruh sugesti dari lagu "Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota..." jadi gue yang masih polos itu dulu selalu mengagung-agungkan hari Minggu.

Setelah gue mulai agak besaran, namun tidak sebesar sekarang, dan merupakan side effect dari lagunya Marshanda yang berjudul "Kisah Sedih di Hari Minggu" perlahan gue jadi biasa aja sama hari minggu dan itu terbawa sampai sekarang gue rasa. Hari minggu itu boleh dikatakan pre-monday, yang biasa disalah-artikan menjadi pere mandi aka gak mandi. Yang merupakan awal dari sebuah hari Senin, hari yang lumayan angker bagi orang jaman sekarang, terutama para penikmat social media account seperti pet, instegrem en fesbuk.

Gue putuskan semenjak kenal sama *PHJ, hari yang paling gue suka adalah hari Jumat atau Friday. Hari dimana para lelaki menjadi ganteng karena Sholat Jumat dan jam istirahat otomatis memanjang sendiri dari 30 menit menjadi selamanya! SE LA MA NYA! Hari Jumat juga merupakan hari jajan sedunia ketika kantor gue masih dibilangan Setiabudi, Menara Paling kece sesetiabudi yaitu MK aka Menara Kuningan.

Semenjak pindah ke Fatmawati, which is famous for the bad traffic jam, there is no hope for me to feel such a feeling for Friday like in MK. Makanan susah, indomart jauh, serba gak ada disini, terisolasi sama proyek MRT. Harus jalan berkilo-kilo meter hanya untuk beli Mie ayam, ke warteg harus jalan dulu, beli gorengan harus jalan dulu, mau ke kamar mandi harus naik kopaja.

Tapi, merupakan sebuah keajaiban di hari Jumat ini, tepat hari ini yaitu tadi jam 12an ketika gue dan temen gue memutuskan untuk melanglang buana mengitari Fatmawati demi mencari sesuap nasi, dan sebungkus gorengan, kami dengan gagahnya menemukan TUKANG BAKSO CUANKI lewat di depan kita yang abangnya semudian melengos masuk gang, bahkan tidak memberi kesempatan pada kami buat mengenal dirinya lebih dekat. Tidak menyerah, temen gue pun akhirnya tak kuasa untuk memanggil abangnya dengan sisa-sisa gelambir diperut kami yang bergetar disetiap langkah kami.

Satu kali panggilan "Bang!" rupanya hanya sanggup untuk membuat abang-abang yang tidak berkepentingan untuk menengok ke arah kami. Kami pun menolaknya dengan berat hati, dan mencoba kembali memanggil abang TUKANG CUANKI yang nampaknya masih diluar jangkauan kami.

Dia akhirnya menoleh, kami akhirnya dapat mencapainya. Tak kuasa menahan rindu akannya, kami pun langsung pesan 2. Namun setelah kami mengikrarkan pesanan tersebut, kami merasa sangat terkhianati sampai-sampai gelak tawa tidak terbendung lagi. Kami tahan dan kami tahu kami kuat, walau dada terasa sakit.

Kami pun pulang dengan membawa 2 bungkus kembang tahu dan berlalu meninggalkan abangnya sendiri di gang tersebut.

WhatsApp Image 2017-05-19 at 4.51.30 PM
*If you want to know more about PHJ, just keep on dreaming!
Share:

Tuesday, 8 December 2015

Tentang teman (main)




Setiap orang suka berteman, begitu juga gue. Sesendiri-sendirinya gue, gue juga punya teman. Tapi, gue sebenernya agak takut untuk memulai suatu hubungan pertemanan. Karena gue takut. Temen gue gak bisa terima gue, apa adanya gue. Gue takut suatu saat atau suatu waktu mereka akan nyesel temenan sama gue dan malah balik menjadi musuh atau malah menjauhi gue. Jujur, gue adalah orang moody. Orang moody paling susah punya teman dekat. Soalnya kebanyakan teman yang gak ngerti sama sifat gue yang moody merasa ga nyaman dengan perubahan mood gue yang drastis ini.

Dulu jaman SD gue emang gak tau istilah moody dan SMP juga masih belum tau. Baru pas SMK gue tau gue orangnya moody-an. Dan orang moody itu bener-bener susah untuk ditemenin. Gue aja suka susah untuk berteman dengan diri gue sendiri, dengan kemudian gue. Gue suka susah nebak-nebak akan kayak apa mood gue hari ini. Puncaknya pas gue SMK. Gue bener-bener brengsek dan moody abis. Temen-temen gue mungkin ngerasain banget sifat gue ini dan kena imbasnya setiap harinya. Gue bener-bener gak sadar pas waktu gue moody. Dan gak ada yang bisa buat gue sadar pada saat itu. Makanya citra gue sejak awal gue SMK udah buruk aja di mata temen gue. Udah moody, sombong, belagu. Gue tau sebagian besar kelas benci sama gue. Bukannya mau berburuk sangka. Gue hanya tau.

Tapi orang yang moody ini masih punya beberapa teman yang sampai sekarang masih alhamdulillah menjadi teman gue. Orang moody ini sekarang, sudah sedikit lebih baik ketimbang ketika ia SMP apalagi SMK. Tepatnya perubahan gue itu sejak menanjak ke kelas 3, ke-moddy-an gue kata temen gue udah rada berkurang. Walau masih sekali-kali terjadi tapi gue udah bisa kontrol itu. Atau mungkin karena temen gue udah terbiasa aja jadi ya mereka udah gak ambil pusing sama gue. Dan mungkin mereka udah ada pertahanan diri masing-masing menghadapi ke-moody-an gue ini. Tapi emang sedikit demi sedikit gue udah lebih bisa menahan ke-moody-an gue. Daripada gue mati sendirian gara-gara gak punya temen, jadi gue putuskan untuk merubahnya. Mengalihkan ke-moody-an gue menjadi sesuatu yang lain. Seperti tulisan, gue kalo gak enak hati gue coba untuk nulis. Sedikit lega sih abis nulis, apalagi abis ngupil #eh.

Gue mau cerita beberapa teman yang survive sampe sekarang masih jadi temen gue. Gue anggep mereka temen terbaik gue. Walaupun gue gak tau mereka menganggep gue apa, atau sekedar masa lalu saja. Tapi gue tetep berterima kasih gue memiliki teman seperti mereka di hidup gue. Mengenal mereka dan menghabiskan masa remaja gue sama mereka yang mungkin gak akan terulang lagi. Gue bersyukur mereka masih bales sms gue walaupun kadang lama. Gue bersyukur mereka masih mempercayakan gue cerita dan rahasia mereka. Dan masih suka menghabiskan waktu yang sedikit ini bersama mereka.

Ada beberapa tipe pertemanan di dalam hidup gue. Gue gak tau kenapa bisa di tipein begini tapi gue sebut aja ini sebuah tipe. Yang pertama yaitu teman masa kecil, kayak yang di film-film gitu. Tapi sayang rata-rata temen masa kecil gue udah ke laut kali jadi pelaut. Alias udah gak tau lagi kemana, nama-nama mereka sih masih gue inget. Tapi gue gak tau akun sosmed mereka, bahkan dimana pun mereka sekarang gue gak tau. Tapi gak banyak juga sih temen masa kecil gue. Tapi ada satu nama yang gue inget dan gue harap seperti di cerita-cerita korea gue akan ketemu lagi dengan dia. Namanya Jimi, entah Jimi atau Jimmy, Or maybe James. Tapi seinget gue, gue manggil dia Jimi. Gue penasaran aja, dimana dia sekarang dan kayak gimana dia sekarang. Apakah gue pernah ketemu dia dijalan? angkringan? Giant? gue penasaran aja. Tapi sampai saat ini gue belum punya kenalan bernama Jimmy, jadi gue ga bisa suspect siapapun. 

Beralih dari teman masa kecil ke teman masa TK-SD. Masa TK-SD menurut gue adalah masa yang paling panjang yang kita habiskan bersama orang-orang yang sama selama 6 tahun. Masa TK-SD membuat gue lebih mengenal temen-temen gue lebih lama ketimbang masa SMP atau SMK. Biasanya temen TK gue akan menjadi temen SD gue. Dan Temen SD gue bisa jadi temen SMP gue, dan temen SMP gue belum tentu akan jadi temen SMK gue. Karena TK-SD-SMP gue di depok dan SMK gue di Jakarta, jadi kayak merantau gitu gue pas SMK.

Dari semua pertemanan gue itu. Disini akan gue ceritain beberapa temen terbaik gue. Yang mana kalau bahasa gaulnya itu bff alias best friend forever. Dari SD gue berteman dengan satu kuman ini. Udah 10 tahun lebih kita kenal dan sampai sekarang alhamdulillah belum lupa. Teman terawet sepanjang sejarah 20 tahun hidup gue. Teman paling ketawa diseluruh pulau jawa. Teman paling gila dan gendut se curug 2. Teman have fun gue sebut aja gitu. Jujur, gue hampir ga inget kapan terakhir kami berantem. Sampai gak ngomong. Almost never. Jangan sampai deh. Dulu mungkin pas SD sering, mengingat sifat jelek gue. Namun karena riwayat dari SMP sampe sekarang kita gak sejalan. Ketemu paling sebulan sekali. Kalo ketemu kita selalu happy. Mungkin itu yang bikin beberapa hubungan LDR berhasil. Karena intensitas ketemu berkurang maka pertengkaran bisa di tiadakan sama sekali. Atau karena mungkin dia ga begitu capek karena gak selalu liat kebusukan gue. Gatau deh. Yang jelas dia temen terlama yang gue punya.
The next is teman securhatan dan seperjuangan gue di SMK. Gue bisa survive karena dia. Dia bisa dibilang udah hatam banget sifat gue. Udah gak ngaruh moody gue sama dia. Dia orang yang paling sabar ngadepin gue. Dan paling tau gue. Karena gue membiarkan dia tau cerita dan curhatan gue yang gak pernah gue kasih tau ke siapapun.


Note: dibuang sayang, dipublish aja deh

Share:

Untuk dikenang nanti

IMG-20150403-WA0030


IMG-20150403-WA0042


Ini adalah sebagian kecil kehidupan perkuliahan saya yang fana di jagat pendidikan tanah air Indonesia tercinta.

Fresh and new entry yaitu ketika dosen speaking kita yang paling cantik untuk kedua kalinya ngasih tugas speaking yang mengharuskan kita membentuk kelompok, I HATE IT. Ya, hal yang paling gue gak suka adalah kerja kelompok dan berujung presentasi. Namun, karena untuk kebaikan dunia dan akhirat, harus gue jalani dengan sepenuh hati dan well, pada akhirnya presentasinya cukup, lumayan, ya bagus sih, ya okelah, sukses. Walau sebelumnya sempet ada konflik sebelum akhirnya konflik itu pecah pas kita ngerjain speaking bareng-bareng dan mulai lagi ketawa bareng sampai sekarang.

20141022_192329


Well, ini drama pertama kami, walaupun pada awalnya agak gak yakin dengan cerita yang kita pilih namun pada akhirnya semua berjalan dengan lancar dan akhirnya gugurlah satu tugas mulia nan agung tersebut.
Note: ini post yang tertunda, gatau dari kapan ada di draft gue. Gue memutuskan gak melanjutkan lagi karena gue pun udah lupa apa yang mau gue tulis dulu. Ya beginilah gue, moody dalam hal apapun sampai urusan nulis blog juga gue moody. Karena sayang gue memutuskan untuk mempublish ini no matter what. Well, What a great memories I had back then with those guys. I really enjoy and appreciate every single of it.
Share: