Loh, makin aneh-aneh aja nih judul postingan gue. Abis kalo gue tulis "Iseng-iseng bikin sinopsis Part 2 Bag. 2" kepanjangan. Jadi ya singkatnya ini saja, kalo mau liat postingan saya yang kemarin silahkan monggo klik
disini.
Lanjutannya..
Setting : disebuah hotel di kawasan Jakarta bernama hotel X (nama hotel tba)
Grey. (setelah melalui perundingan yang sulit dan melilit akhirnya saya putuskan ini nama tokoh wanitanya)
Grey, abu-abu, kelabu, kelam, warna yang tak jelas. Seperti diriku,. sejak dulu, aku bukan orang yang optimis. Aku hanya mengikuti arus, aku hanya seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir. Aku tak pernah mempunyai visi ke depan, mimpi, cita-cita, bahkan resolusi. Karena semua itu menurutku adalah hal yang sangat berlebihan untukku, ya, berlebihan.
Aku tak boleh berharap lebih, meminta lebih, karena harapan, impian, dan resolusi tersebut toh akan dipatahkan juga, makanya, aku tak pernah mau berharap akan apapun yang ada diluar jangkauanku.
Bukannya menyerah, tapi aku hanya capek. Capek dengan semua angan-angan itu. Capek tinggal disebuah ruang putih dengan bau obat diseluruh jangkauan indra penciumanmu. Capek dengan ketidakjelasan masa depanku. Aku abu-abu.
Biru.Aku lelaki yang kata orang kuno. YA, sebenernya yang bilang itu adalah mantanku. Mantan calon istriku. WHAT? istri? ya. Diumurku yang 20 tahun ini cita-citaku adalah menikah. Ya, aku merasa hal itu hal yang paling benar yang bisa aku lakukan. Walaupun usiaku, usia kami masih muda. Aku yakin kami bisa menjalaninya, itu pikirku.
Sampai ia, orang yang kucintai seumur hidupku. Orang yang sudah mengisi sebagian besar hariku. Orang yang padanya akan kusematkan cincin di jari manis kecilnya. Orang yang sudah kukenal seumur hidupku menyatakan ia belum cukup mengenalku seumur hidupnya.