Showing posts with label Social Media. Show all posts
Showing posts with label Social Media. Show all posts

Wednesday, 31 May 2017

What I Talk About When I Talk With Women



As a girl or maybe now a woman unlike man we do not usually talk about politic, economy and other boring stuffs. We hardly care about it. But, recently, even not in my circle though, some women tend to talk about those boring stuffs. Well, maybe the world is changing and I don't want to talk about that because for me it's not important and I'm not interested with that kind of stuffs. Let's talk about thing that women, in my opinion, talk about when there is no man around aka woman's talk.


  1. We love to talk about lipstick or lip cream or coat or whatever they called it. Just ask a simply question like "what a nice colour!" then "what lipstick that you put on?" or "what lipstick are you wearing?" "which shade?" "can I take a look?" "where did you buy it?" "can i try it on?" "have you tried this one?" and this can go on forever. 
  2. What are you watching at the moment? And it can be drama or series (Korean drama, Japanese dorama, TV series, etc) or movie
  3. People. Either people that we know personally or public figure. It's included selebgram, vlogger, beauty blogger or people that we barely know. (Friend's boyfriend or girlfriend included)
  4. The songs you are listening to. 
  5. Fashion on magz or internet
  6. Life hacks or how to on facebook or instagram
  7. Make-up tutorials on youtube or blog
  8. Cooking hacks or kitchen tricks;usually on instagram or facebook
  9. Selca's spots on instagram
  10. Man? The hot one especially.
  11. Food. 



Share:

Sunday, 1 January 2017

NYE for me

Well, seiring berjalannya waktu, ketika lo merasa bahwa cuma waktu aja yang berjalan sedangkan lo tetap berdiri di tempat yang sama, tak berubah sedikitpun kecuali bertambah tua, mau pergantian hari, minggu, bulan maupun tahun rasanya bukan sebuah hal yang lagi special buat lo. Melainkan sama halnya seperti saat lo menarik napas. Lo sudah terbiasa yang bahkan gak sadar setiap kali lo menarik napas. Begitulah yang gue rasain kurang lebih sejak gak tau kapan, yang jelas semua berubah. Gue cuma bisa melihat warna hitam, putih, dan juga abu-abu sekarang ini. Padahal dunia penuh dengan warna-warni yang bahkan lo gak tau nama semua warna di dunia ini, sampai novel yang lo baca memberi tahu lo ada warna "English Lavender", you never know before and maybe you will never know at all.

Hidup ini bagi gue sekarang semudah menarik nafas dan mengeluarkannya, gue merasa "tau-tau udah Senin", "tau-tau udah malem", "tau-tau gue udah semester 5" ,"tau-tau gue udah nikah(mungkin". Well, gue gak terlalu pay attention sama hal-hal di hidup gue kecuali 3 hal, Waktu gue bangun, waktu yang gue habiskan sama orang disekitar gue dan walktu gue kembali untuk tidur. Tiga hal reguler yang selalu dan setiap hari gue lakukan. Ketika gue bangun, dan itu kesiangan, gue realize banyak waktu yang akan kebuang sia-sia, kemungkinan buat telat, macet dan lain sebagainya akan mengikuti dibelakangnya. Saat gue dirumah, sebisa mungkin gue pengen banget berasa kalo gue ada dirumah, komunikasi sama mamah, sama semua orang rumah, tapi tetep aja gue pasti lebih banyak menghabiskan waktu buat diri gue sendiri and I know how selfish I am. Gue kadang ignore orang rumah kalo lagi dirumah, gue itu ya begitu.

Gue pernah nyesel senyesel-nyeselnya dulu, gue inget gue sering ignore bokap gue kalo ngelongok gue dari pintu kamar gue, dan sekarang gue cuma bisa nyesel. Gue gak mau hal ini kejadian lagi, cuma gue tetep dititik yang sama sampai sekarang, selfish. Gue terlalu menikmati hidup dan kehidupan gue sendiri sampai-sampai gue gak engeh dengan orang-orang sekitar gue yang merupakan "kehidupan" gue sesungguhnya. Gue gak ngerti cara jalanin hidup menjadi "manusia yang pada umumnya" and in the end, I just found out myself back on my own gadget or laptop in my bedroom. No talking, just sat in front of it until I have to go back to sleep again.

Gue sebenernya pengen banget punya kegiatan diluar kamar gue, sama nyokap gue ngobrol, sama kakak-kakak gue dan keponakan-keponakan gue. Cuma, gue running out the time I guess. Gue bangun udah siang, nyokap udah selesai berkebun, keponakan gue yang gede udah berangkat sekolah dan yang kecil kadang ada kadang pergi sama ibunya dan kadang main ke tetangga, dan lagi gue telat, gue kehabisan waktu. Gue lalu cuma bisa menyesali kenapa gue buang pagi gue sia-sia dan gue cuma bisa menyesal, tiap harinya. Waktu gue sama nyokap yang benar-benar full adalah pas gue beranjak tidur, dan itupun kepotong juga karena biasanya nyokap udah tidur duluan dan gue? masih berkutat sama laptop gue dan akhirnya pagi yang sama pun terulang kembali, setiap harinya.

Kapan ya, gue bisa merubah kebiasaan ini, kapan dan gimana caranya? gue padahl lebih banyak ngabisin waktu diluar rumah dan ketika dirumah, gue layaknya orang yang ngekost, cuma numpang tidur doang. Gue berkali-kali bilang sama diri gue sendiri, gue harus berubah sebelum terlambat, terlambat? gue udah terlambat. But, gue at least try to do something recently. Trying to understand my mom with gardening, yeah, It kinda works for me. At least for now, when I am in holiday, NYE holiday to be exact. I bought some seeds online and well, It works, for now, and I hope it will work for sure. Gue gak berharap banyak, gue pengen punya hal yang bisa gue share bareng mamah, gue pengen bisa memulai pembicaraan sama mamah, nanya ini itu sama mamah, dan lain sebagainya sama mamah. I hope it will work, this kind of things, I will do my best. Gue pengen kebun mamah bukan cuma dihiasi pepohonan mamah dan bapak tapi gue ada pohon gue disana.

Edisi curhatnya ini bakal gue tutup sama lagu kesukaan gue saat ini, arti liriknya aja ya, karena lagu ini bagus banget dan merupakan ost dari Goblin.

Here they are:

Share:

Saturday, 7 May 2016

Eggbun

 

 

That's super cute app help me through Korean language self-study this day. I recommend you this is the best choice for beginner to learn hangeul as easy as chatting with ur friend. Now, I can read Hangeul better than before. Thanks Eggbun 선생님, you're my Hero!!

 
Share:

Tuesday, 3 March 2015

Filosofi Ketan Item

91681072Bubur Ketan Item Bubur-ketan-hitam-405x270 kasiat-ketan-hitam-untuk-diabetes


Ciye judulnya hahaha


Oh iya, ternyata judul wordpress gue udah lama keganti dan gue gak ngasih pemberitahuan apa-apa tentang ini di wp gue ini (penting?).


Walaupun gak penting-penting amat, disini gue mau cerita tentang mengapa gue memillih ketan item sebagai judul wp gue ini, ya bahasa kerennya apa itu filosofi dari ketan item buat gue pribadi. Okay, Let's see, dari nama aja menurut gue ketan item ini juga pasti sebelumnya mengalami perdebatan sengit sebelum dinamakan demikian seperti akhir-akhir ini kita temui di jejaring sosial yaitu mengenai gambar berikut:


Share:

Wednesday, 21 January 2015

RADIO GA GA (Part 1)

Radio-Frequency-Wallpaper-HD-28


Yep, itu judul lagu dari band Queen yang legendaris. Terus kenapa gue ambil judul itu buat postingan gue kali ini? karena ada satu lirik lagunya yang membuat gue inget akan masa-masa keradioan gue jaman SMP dulu yaitu sekitar tahun 2008an, -/+ 6 tahun yang lalu.

Begini katanya :

I'd sit alone and watch your light
My only friend through teenage nights
And everything I had to know
I heard it on my radio
Radio.



Lagu ini menceritakan semua yang gue rasain pada saat itu. Saat-saat gadget belum berkumandang di negeri ini.




All we hear is Radio ga ga



Then the ultimate words:




Radio, someone still loves you!



Yeah, I'm the one who still love you!!!


Share:

Monday, 12 May 2014

Tentang teman (intro)

Teman, friend, chingu, tomodachi ataupun konco dalam bahasa jawa, merupakan orang yang kita kenal atau terdekat dengan kita setelah keluarga atau saudara, bahkan mungkin kita lebih dekat dengan teman ketimbang sama keluarga sendiri. Setiap orang pada normalnya pasti punya teman, entah teman itu deket atau enggak, teman di dunia maya atau sosmed, teman sekolah, teman kerja, teman di komunitas atau klub, semua orang pada 'normalnya' pasti punya teman. Gue pun punya teman. Tapi gue gak tau sih mereka nganggep gue temen mereka atau gak hehe. Gue hari ini mau ngebahas tentang pertemanan dari perspektif gue.

Gue tuh orangnya paling susah sama yang namanya memulai, tapi kalau udah mulai sih gue biasanya enjoy-enjoy aja, tapi untuk mengawalinya merupakan hal yang sulit bagi gue. Gue orangnya kemana-mana suka sendiri. Jarang gue ngerengek minta temenin, menurut gue kesendirian itu lambang dari kebebasan, juga lambang dari ke'jomblo'an sih -_- . Gue suka enak aja kemana-mana sendiri, walaupun ada gak enak juga kalo misalnya gue mau poto, masa selca gitu, ntar kalo gue poto ama monas gak keliatan monasnya.

Share:

Sunday, 4 May 2014

From path with love

Ada beberapa pertanyaan iseng yang kadang suka saya tanyakan ke diri sendiri. Satu, apakah kiranya ada seseorang yang stalkering saya? Alih-alih buka akun sosmed saya ataupun ketik nama saya di mesin pencari google atau bing? Adakah orang yang punya playlist lagu yang sama kayak saya? Kenapa laki-laki bulu matanya lentik? Kira-kira ada gak alat pendeteksi jodoh atau ga orang yang lagi suka sama kita? Biar kita bisa bantu approachnya? Dunia paralel itu ada ga sih? #sudahmalam

View on Path
Share:

Monday, 21 April 2014

Kenangan di dunia maya


Gue mau mengenang masa lalu nih. Kata orang kita harus menghargai yang namanya sejarah kan. Sejarah itu kan merupakan sebuah masa lalu dan kalo gak ada masa lalu mana ada masa kini apa lagi masa depan, makanya gue sangat amat sangat menghargai yang namanya kenangan, memori, masa lalu. Karena gue yakin, apa yang kita perbuat di masa lalu itu semua worth it untuk diinget. Yang jelek ya buat pelajaran dan yang baik yang buat jadi acuan, seh bahasa gue. Lanjut mengenai masa lalu. Gue akan bahas lebih kepada sejarah atau masa lalu di dunia sosmed. Soalnya, gue punya cukup kenangan buat di share di bidang ini. Karena sosmed udah menjadi bagian dalam hidup gue dan mungkin bagian hidup dari Dinda.

Awal gue mengenal sosmed dari temen gue, di smp kayaknya, apa di SD ya? Lupa. Maklum otak saya ga bisa kayak google ga bisa nyari memori yang mau saya inget. Jadi kira-kira aja nih ya, pertemuan saya dengan sosmed anggaplah ketika saya SMP. Karena pas SMP pelajaran komputernya bukan cuma sekedar minesweeper atau pinball eh salah maksud gue paint atau word tapi sudah meranah ke dunia Internet, gue akhirnya mengenal Google, walau pada saat ini kami cuma sekedar tegur sapa aja ga lebih. #eh.
Lanjut dari google yang waktu itu gue buka di IE, gue mulai ngeri dengan kepintarannya. Gue mau nyari apa aja ada. Tapi saat ini gue masih takut buat klik link, paling banter cuma mentok ke wikipedia, abis guru gue waktu iu suka ngadain quiz, main cepet-cepetan cari informasi di google dan gue alhamdulillah waktu itu selalu menjawab dengan cepat dan tepat. Gue mulai suka sama google dan juga internet. Dulu, akun yang pertama gue buat setelah Yahoo (yang buatnya susah setengah mati) yaitu Friendster. Ya, akun penuh kenangan, kepolosan, dan mungkin kesederhanaan. Banyak sih akun-akun lain buat chatting kayak LC, Nimbuzz, YM dan sebagainya cuma gue orangnya kurang suka chatting jadi ga gue dalemin banget.


Gue jatuh cinta sama friendster, karena, dulu cuma itu yang gue tau. Dan, gue menemukan banyak teman-teman ajaib disana. Yang ga sungkan berbagi cerita dan hobi mereka sama gue.
Dulu pas jaman friendster, gue lagi jatuh cintanya sama Jejepangan. Awal gue suka manga, Anime, OST Anime dan hal-hal yang berbau Anime lainnya, waktu di FS, gue sama temen-temen gue jarang yang pake nama asli, kebanyakan karena kami pecinta Jepang, nama kami merupakan nama-nama Jepang atau karakter sebuah Anime. Nama gue sendiri berganti berdasarkan anime atau manga yang gue suka. Seinget gue gue pernah pake nama Nagareboshi, Hanazono, Nee dengan tulisan yang ajaib dan kalo sekarang lebih dikenal dengan nama alay. Ya, gue alay, dan gue yakin semua orang juga alay. Karena dulu pas kita alay, kita belum tau alay itu apa. Kata Raditya Dika aja alay adalah proses menuju ke dewasaan. Nah

Udah dengan nama gue. Selain gak pake nama asli, panggilan gue di FD adalah Nee later Nee-chan (dulu gue ga tau kalo ini dalam bahasa Jepang artinya kakak perempuan. Seakan gue mau dipanggil kakak gitu)
Inget gue punya temen Shizuka-chan, dia sama gue sering berbagi banyak cerita, biasanya kalo kami udah ngobrol bisa 1000 karakter lebih. Gue suka cara dia bercerita, gue lupa apa yang tepatnya dulu kita ceritain, sepertinya sih tentang Prince Of Tennis atau Inuyasha, bener lupa saya apa dulu yang kita bahas, yang jelas gue sangat kehilangan sosoknya, dan mirisnya sampe sekarang bahkan gue gak tau nama aslinya siapa. Dan apakah dia masih eksis di sosmed? Saya sangat kehilangan dia.
Kalo dia baca ini, gak tau juga dia inget saya apa gak. Tapi mudah-mudahan kami bisa bertemu kembali. Entah di dunia nyata atau didunia maya.

Yang kedua ada dua sosok, mereka senpai saya. Yang satu dulu PPnya Tifa FFVII, dia juga orangnya baik sekali, namanya saya tak ingat, ada K nya kalo tak salah. Yang satu lagi saya sempat dapet FB namun saya kehilangan kontaknya entah karena ia sudah tak eksis lagi di sosmed atau sudah ganti akun. Beginilah dunia maya, tidak ada satupun orang yang tau which one is fake or real. Semua kemungkinan bisa saj terjadi. Bahkan gue yakin semua banyak yang fake di dunia maya tanpa luna ini.
Yang pasti saya merindukannya, entah mereka fake atau bukan, mereka ingat atau tidak, namun saya ingat. Saya punya kenangan. Yang menurut saya cukup berharga buat dikenang dan buat diceritakan.

Dan yang terakhir yang amat sangat saya rindukan, yaitu, kakak dan sahabat saya, yang sudah saya anggap sebagai saudara. Kami sudah kenal dari SMP. Saya kenal dia dari FS, tentunya. Ia juga merupakan guru saya, ia juga merupakan tempat curhat saya. Walaupun kami terpisah jarak dan hanya disatukan lewat internet. Saya sudah menganggapnya bagian hidup saya.
Biar saya ceritakan. Saya lupa bagaimana saya mengenalnya, ia, pastinya lebih tua dari saya, Ia pandai bahasa Jepang, itu pertama yang buat saya tertarik padanya dan ingin berteman dengannya. Lama-kelamaan orangnya asik dan baik sekali juga lucu. Lalu ia selalu mengajarkan saya bahasa Jepang dan kami selalu memprakterkkanya di setiap percakapan kami. Entah bagaimana caranya, saya dapet kontaknya. Kami lalu sering smsan. Dan waktu itu ketika kami sedang nonton Narnia saya baru tau fakta kalau dia sebenarnya balsteran Jepang. Ibunya orang Jepang dan ayahnya orang Banjarmasin. Saya kaget karena saya kira nama yang selama ini diperkenalkannya adalah semata hanya nama di sosmed atau nama Jejepangan. Ternyata ia memang orang Keturunan Jepang dan Alhamdulillah ia Islam.

Kami sering melewatkan waktu berbincang dan saya tau di suka keropi atau kodok hijau lucu.
Kami sering bersenda gurau sampe pulsa salah satu dari kami habis dan merupakan akhir dari percakapan.
Sempat saya kehilangan kontaknya beberapa bulan karena tidak ada jawaban dari sms saya dan nomornya tidak aktif, beruntung dulu saya sempat dapat nomor ayahnya dan saya telpon namun anehnya sepertinya itu bukan nomornya dan saya kira saya salah sambung. Pupus sudah harapan saya, dan saya sedih karena kehilangan kakak saya itu.
Namun beberapa minggu atau hari berselang, ada nomor asing yang menghubungi saya dan ternyata itu dia. Waaah saya sangat senang. Akhirnya kami bisa terhubung kembali. XD XD XD

Dia juga sempat mengenalkan saya dengan Omnya, yang Jepang tulen dan ternyata tinggal bersamanya di BJM. Ternyata omnya itu mualaf dan baru belajar agama Islam setelah sebelumnya beragama Budha.
Namun, sekarang, lagi-lagi saya kehilangan kontaknya. Sudah lama kami tidak smsan dan nomornya tidak aktif.
Saya bertanya-tanya, apakah kami akan terhubung kembali?

#Notedtomyself saya lain kali harus tanya alamat rumahnya biar kami bisa berkirim sesuatu. Seru kayaknya! Atau saya mau ke Banjarmasin ah suatu saat nanti!
Theme song : Sazh's Theme by Masashi Hamauzu (Final Fantasy XIII)
Share:

Friday, 10 January 2014

PHJ - Other story



As usual, saya tadi ketemu lagi sama si PHJ,

Hadeh ternyata cerita PHJ ga bisa berakhir seperti yang saya tulis sebelum-sebelumnya. Masih saja kepala ini nengok dan hati ini berdebar kala bertatapan langsung dengannya #tsah lama-lama saya seperti Zainuddin.

Tapi, benar deh, hari ini, tepat di hari Jumat saya bertemu kembali dengannya, tepatnya di lift, dan tidak bertemu bertatap pandang, namun saya yang lihat dia duluan (seperti biasa). Walau dari samping ia kelihatan sangat ganteng (seperti biasa) ia memakai jaket merah dan memang untung tak dapat diraih dan malang ada di jawa timur, jodoh semua ada yang atur, saya sudah keburu masuk lift disaat ia datang, alhasil saya kehilangan kesempatan untuk satu lift dengannya. :( belum jodoh,

Lalu siangnya, ya seperti Jumat-jumat pada umumnya, saya dan teman saya pergi menyambangi masjid, teman saya sudah tau apa tujuan 'saya' sebenarnya. Lalu kami pun sudah berada si pelataran masjid, saya kebetulan sedang memesan 3 porsi somay titipan teman dan eng ing eng, mata kami pun bertemu, bukan mata saya dengan tukang siomay pastinya! dengan si PHJ, saya gak tau sih yang ia liat itu saya atau bukan, tapi tatapannya bikin hati saya mencelos. Entah mungkin sempat hampir jatuh ke panci abang tukang siomaynya kali hati saya, lalu ia lewat dan seketika saya merasa minggu saya utuh. Entahlah sampai kapan kisah cinta satu sisi ini bertahan.
Share:

Thursday, 12 December 2013

Mystery Shopping at Online Shop



Iseng dan emang kurang kerjaan. Waktu gue buka salah satu online shop, ternyata ada fasilitas chattingnya gitu langsung sama miminnya. Niat iseng gue pun timbul, pertama sih gue cuma say Hi aja, nah ternyata di tanggepin. Waah cakep juga ternyata pelayanannya, fast respong bo! padahal belum tentu gue orang bener (emang bener sih). Percakapanpun berlanjut, yang bisa disaksikan di screenshot gue. Jahat ya gue, tapi itu ide temen kantor gue loh, gue cuma bantu ngetikkin. dan gue kira ga bakalan ditanggepin, eh ternyata ditanggepin loh, padahal pertanyaan gue itu ga penting abis. Gue langsung ngacungin jempol sama adminnya, ternyata pro banget. nanya yang gak jelas aja ditanggepin. Sorry ya mas bro, saya cuma iseng tapi saya akan rekomendasiin online shop ini kok ke temen saya kalo ada yang emang minta saran. #lol


mysteryshopping

Share: