Showing posts with label collegelife. Show all posts
Showing posts with label collegelife. Show all posts

Friday, 22 September 2017

"Kayak gak pernah presentasi aja?!"


Kata tersebut sontak gue lontarkan tatkala kelompok gue dengan secara unfair (menurut kami) dijadikan kelompok yang maju pertama untuk matkul Teaching English for Children, dan secara natural menjadi penyemangat gue dan temen-temen gue buat menghadapi ujian pertama di semester 7 kali ini. Alhamdulilah, Allah gak tidur. Heartless bitches kayak kami akhirnya bisa menyelesaikan materi presentasi on time dan juga dapat mempresentasikannya dengan cukup baik, begitu sih kata Msnya.

Menjadi yang pertama beban psikologinya kadang lebih berat karena menjadi patokan untuk the next group dan karena ini matkul belum pernah kami ambil sebelumnya *yaelah semua matkul juga gitu kali* haha jadi intinya kami masih meraba-raba kira-kira apa sih yang mau kami bawain untuk presentasi kali ini berbekal silabus saja dengan judul pembahasan Classroom Management dan 2 materi pokok yaitu Creating the rules in the classroom dan Teacher should do in the classroom. Even di google banyaaak banget sources yang bisa kita pakai cuma rasanya gak afdhol kalau kita gak lihat dulu buku pegangan yang jadi patokan dosen untuk mengajar. Worst come to worst, bukunya ternyata cuma modul dan setelah pada hari H gue baca, hanya terdiri dari 2 halaman... untung aja kita udah cari di google bahan-bahan untuk presentasi kali ini, kalau enggak, masa cuma bertumpu pada dua halaman itu saja, rasanya bukan mahasiswa banget haha..

Sewaktu tau berita kalau kelompok gue dijadiin tumbal, gue sebenernya kesel setengah mati, egois banget dan merasa gak fair banget penentuan sepihak ini, udah gitu yang nentuin langsung dengan chairmannya, rasanya gak adil dong diperlakukan seperti ini. Tapi, entah mengapa saat itu pikiran gue lagi gak mau cari ribut, dan gue merasa yakin aja kalau kita bisa ngerjain ini dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, tumben-tumbenan sih lagi positif banget waktu itu.. Karena kalau berdebat pun gak ada gunanya, kalau mereka beranggapan kelompok gue mampu untuk menjadi yang pertama, berarti mereka sudah mengakui dong kira-kira kemampuan kelompok gue (pikiran gue saat itu supaya gak terlalu beban di hati).

Gue cuma merasa bersyukur aja pembuatan ppt, pencarian materi dan sampai eksekusi semuanya excellent! Gue salut sih sama 3 teachers di sekeliling gue yang secara langsung udah terjun di dunia pendidikan dan udah pengalaman buat materi ini. Gue sih cuma modal logika aja, sama modal nekat karena gue satu-satunya yang non-teacher di kelompok ini.

Dari kejadian ini gue belajar buat nerima aja, dan gue belajar buat percaya sama kemampuan diri gue sendiri terutama kelompok gue. Semua mungkin udah ada jalannya, dan Alhamdulillah bagi kelompok gue berbuah manis dan kita dapet praise dari dosen, rasanya luaaaaaaar biasa karena bisa buktiin kalau kelompok kita mampu loh, dan kalian semua losers karena sudah menjadikan kami tumbal. Tapi yowes, gak ada dendam kok diantara kita, gue cuma mau curhat aja. Gak selamanya yang di bully akan kalah, malah yang di bully bisa memotivasi dirinya sendiri untuk jadi yang terbaik, demi menunjukan ke khalayak ramai kalau kalian gak bisa seenaknya begitu sama orang lain.
Gue cuma berdoa yang terbaik aja untuk the next-next-next-next group supaya presentasinya lancar dan lebih baik dari kelompok kami.

Terbukti ya, doa orang teraniyaya dikabulkan sama Allah. Jangan menaruh kepercayaan penuh pada manusia, melainkan taruhlah kepercayaan kepada Allah SWT.

Postingan gue kali ini sesi curhat kali yaaa, karena memang gue udah agak lega sekarang, satu presentasi sudah kelaaaaar, tinggal tugas dan presentasi lainnya.. semoga Allah memudahkan jalan kita semuaaa~ Aamiin..
Share:

Kopi dalam diam


Berbagai macam cara orang menikmati pagi harinya, mulai dari mandi, sarapan di rumah, menyiram tanaman, minghisap puntung rokok, atau sekedar duduk-duduk di teras rumah. Ada juga yang karena bangun kesiangan harus buru-buru dan melewatkan sarapan bahkan jabat tangan dengan orang tua. Yang sibuk memasak, menyiapkan pakaian untuk anak atau suaminya, memoles wajah dengan dandanan, mendengarkan berita, atau bahkan berdiam diri di atas tempat tidur memantau kegiatan dunia maya.

Pagi saya lalui dengan bangun dari tempat tidur, minum segelas air putih, mengobrol sebentar dengan Mamah, lalu membuka kulkas mencari apapun yang bisa masuk ke perut. Lalu, ketika badan dirasa sudah siap terkena air, baru saya beranjak mandi. Setelah selesai dengan dua kegiatan wajib tersebut, lalu beralihlah kegiatan semi-wajib yaitu memoles diri di depan cermin, sekedar pakai lipstik saja sih, agar tidak terlihat seperti mayat hidup lalu mulai menyiapkan barang yang harus dibawa hari itu, memilih tas mana yang mau dipakai hari itu, apakah saya memutuskan untuk membawa laptop atau tidak? lalu diteruskan dengan mengeluarkan motor, sejenak memanaskannya sebelum akhirnya meluncur pergi mengarungi kemacetan kota Jakarta di pagi hari yang merupakan rutinitas semu saya setiap harinya.

Tidak lupa sebagai aunty yang sedikit baik, saya antar dulu keponakan tertua saya ke sekolah dan tak lupa pula sebelumnya minta ijin doa restu ke Mamah yang biasanya sedang sibuk berkebun di pagi hari. Kiranya pemandangan pagi itu menarik, tak lupa saya foto beberapa objek yang akan masuk ke instagram saya sepersekian detik berikutnya...

Jika beruntung, jam 7.30 saya sudah sampai kantor(bila berangkat dari rumah jam 6.30 atau jam 6, labil sih macet di Jakarta mah!) dan langsung saya berhamburan ke mesin absent untuk menunjukan ke khalayak ramai kalau saya tidak telat!
Karena belum sarapan dengan layak dan masih butuh asupan kafein, maka saya memutuskan untuk pergi ke 'warung' terdekat yang menyediakan kopi, biasanya saya pergi ke daerah C*pete untuk membeli kopi di F*mily Mart atau tempat sejenisnya. Kopi disana termasuk murah sih, cuma 11.000 dan ada sekitar 8 pilihan kopi diantaranya yang gue suka itu Dolce Latte karena enak, yang lain yaitu Americano, Cappucino, Thai Tea, Green Tea dan latte yang lain.. dan baru tadi pagi ada rasa baru yaitu Tiramisu sama Avocado, cuma sayangnya tidak bisa Hot bisanya cuma Cold saja.

Cold Tiramisu di tangan sama roti rasa pisang dan coklat sudah cukup buat mengawali hari dan melanjutkan langkah kaki menuju kantor (lagi). Saya memutuskan untuk menyesap kopi saya sambil ke tempat favorit saya yaitu di dekat jendela dengan pemandangan jalanan. Saya duduk dalam diam, hanya melihat kesibukan jalanan di depan saya dan mobil-mobil yang terparkir rapi di halaman parkir pagi itu, yang bagi saya cukup banyak juga lain dari biasanya. Mungkin hari itu semua orang butuh kafein untuk menyambung hari dan melumasi otak agar bekerja lebih produktif, pikir saya. Tidak berapa lama sebelah kanan saya, rangkap 1 kursi dari kursi favorit saya duduklah mbak-mbak yang tadi juga memesan kopi panas di kasir sebelum saya, tak lama dia merebahkan kepalanya di meja panjang di depannya sambil matanya tertuju pada telepon genggam.

Sepersekian detik berikutnya datang pula mbak-mbak lain dengan Thai Tea di tangan lalu duduk di sebelah kiri saya. Kami duduk bersebelahan, dalam diam dan menghirup kopi masing-masing, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Share:

Tuesday, 27 September 2016

Tugas Writing Anak Bahasa Inggris vs Anak ICAS

Jujur kacang ijo, gue sebagai anak bahasa, yaitu bahasa Inggris sebenernya mau ngeposting ini. Tapi gak apa-apa deh, namanya juga masih belajar, toh gak ada salahnya. Selama kita masih mahasiswa atau pelajar katanya kalau salah gak apa-apa, padahal mah kalo salah ya salah aja. Matkul semester ini lebih banyak teori dari dosennya ketimbang kerja kelompok yang menurut gue gak mutu, kenapa? coz I hate it, It's like wasting our precious time. Mahasiswa sambil nguli mah gini, weekend itu berharga banget buat ngelurusin kaki barang sejam duajam. Tapi karena kadang tuntutan satu matkul, kaki belom sampe lurus eeeh udah harus pergi melanglang buana lagi ke ganasnya jalanan buat kerja "kelompok" which is not all of the members do it, just two or more, and the rest just sit round and pluck blackberries. Gue juga termasuk yang begitu, karena menurut gue kerja kelompok itu gak efektif, apalagi kalo soal buat makalah sama ppt, gak mungkin semuanya ngerjain, apalagi kalo laptop cuma 1 hihihi..

Gue bukan mau curcol sih, cuma pas aja momennya buat ngungkapin unek-unek. Setiap kerja kelompok gue inget si Hong Seol (Cheese In The Trap) haha, gue sih kadang merasa jadi dia kadang merasa jadi temen-temennya, tergantung matkul apa. Well, yang jelas, gue harap gue gak sering-sering dapet tugas kelompok, or so, seenggaknya dapet tugas yang emang bisa dan seharusnya dikerjakan dengan kelompok. Gak kayak semester lalu (curhat lagi), kerja kelompok tapi materinya gak sama sekali kita kuasain dan emang gak cocok aja buat dijadiin kerja kelompok. Walau kita ada buku, kalo materi itu gak di "sederhanakan" ulang oleh dosen, gue rasa siapapun akan bertanya-tanya dan alhasil itu matkul paling absurd karena menurut dosen gue yang lain, matkul itu juga harusnya gak buat presentasi!!!!! sebut aja matkulnya "English Phonology". Mudah-mudahan nanti kalo, misalkan, misalnya, seandainya aja gue jadi guru atau dosen, gue bisa memilih mana yang dapat dipresentasikan dan mana yang tidak.

Nah, sekian curhatmezzo yang keliwat panjang ini, sekarang back to judul awal, tugas writing!!!!!! Yep, di semester 5 gue dapet matkul Writing 2. Beda sama Writing 1, Writing 2 ini gue lebih nangkep dan lebih banyak prakteknya. Gue suka sama dosennya, semoga gue lancar-lancar aja ngejalanin matkul ini, aamiin~

Share: